Bandung Hari Ini

Terakhir ke Bandung sekitar bulan Oktober yang lalu. Karena ada tugas dari bos, akhirnya bisa juga menjejakkan kaki ke Bandung, meski hanya 4 jam.

Keluar dari tol Dayeuh Kolot, tugas kantor harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum menikmati sedikit suasana liburan di tengah perjalanan dinas. Rute pertama menuju kantor PLN PusHarLis. Sebelumnya bernama PLN Jasa & Produksi. Pertama kali melihat, terkesan unit PLN ini bukan bagian yang strategis. Tetapi anggapan itu akan segera menguap saat anda melihat kompetensi insyur yang dimiliki. Nyaris semua peralatan pembangkit dapat mereka tangani. Terutama dari sisi perawatan dan perbaikan. Bahkan dari maket yang sempat saya lihat hari ini, PusHarLis sudah mampu membuat sistem Pembangkit Listrik Mikrohidro secara mandiri. Memang, untuk generator dan kopel, masih perlu bantuan dari luar. Tetapi, suatu langkah maju yang harus dimiliki oleh perusahaan seperti PLN.

Bicara pembangkit dan PusHarLis, saya melihat kecenderungan Bandung sebagai pusat bisnis perawatan dan produksi turbin. Dari pihak swasta yang cukup besar, ada PT. Taka Masineri yang digawangi oleh Kang Denni, GL-89. Cerita serunya bisa dibaca disini.  Perlu diingat beliau adalah lulusan Geologi bukan Mesin. Bisa jadi memang benar, mitos bahwa anak ITB jago disemua bidang, kecuali bidangnya sendiri hehehe. Perusahaannya sendiri sudah berdiri cukup lama sejak 1997 dan saat ini mulai meritis usaha pembuatan turbin. Melalui sistem lisensi.

Selain PT. Taka, ada General Elctric yang menjalin kerjasama dengan PT DI melalui anak perusahaannya Nurtanio Turbin & Propeller. Saat ini kerjasamanya baru mencakup dukungan dalam overhaul untuk mesin-mesin turboprop CN-235. Tidak menutup kemungkinan, kerjasama ini akan diperluas untuk perawatan turbin uap dan gas yang diproduksi oleh GE.

Siemens tampaknya tidak mau ketinggalan. Masih bekerja sama dengan NTP, Siemens bekerjasama membangun pabrik yang memproduksi turbin uap Siemens untuk pasar Indonesia. Kantornya sendiri terletak di perempatan dekat dengan pintu tol Pasteur.

Bisa jadi alasan pemilihan Bandung sebagai pusat bisnis turbin, lebih terkait dengan banyaknya sumber daya berkompeten di bidang produksi dan perawatan turbin. Mengingat lokasi Bandung yang kurang strategis, meskipun sudah didukung oleh tol Cipularang, saya masih menyarankan pendirian bengkel perwatan maupun produksi turbin di sekitar pabrik baja seperti Krakatau Steel. Selain dekat dengan pusat produksi bahan baku, akses ke pelabuhan terbilang dekat.

Rasanya kurang lengkap jika tidak menuliskan tentang kuliner di Bandung. Untuk wisata kuliner, kolega saya mengajak ke warung Abah di jalan Trunojoyo. Konsepnya sekilas mirip dengan warung Mbah Jingkrak. Prasmanan mode. Yang cukup khas adalah sajian khas Sunda dan perlengkapan makannya yang terbilang jadul. Misal piring dan gelasnya terbuat dari seng. Kira-kira di rumah masih ada atau tidak ya? Rasanya sendiri pas di lidah dan harga masih masuk di kantong.

Sayangnya, saya tidak sempat berkunjung ke kampus ITB dan masjid Salman. Insya ALLAH nanti saat mengajak Argi dan bundanya jalan ke Bandung.

 

Bertanda ,

November di kota Dili

Antri Visa On Arrival

Bulan November lalu saya berkesempatan ke Timor Leste. Negeri jiran di sebelah tenggara Indonesia. Tujuan resminya adalah mempersiapkan acara peresmian pembangkit listrik yang disuplai oleh kantor saya. Tujuan tidak resminya memperbanyak cap imigrasi di visa :D .  Ada 2 pembangkit yang akan dan sudah dibangun oleh kantor. Pembangkit pertama berlokasi di Hera. Kawasan perbukitan berjarak 30 menit dari kota Dili. Pembangkit kedua akan dibangun di Betano. Keduanya menggunakan mesin diesel. Bahan bakar yang dipergunakan solar atau High Speed Diesel. Kedepannya, pemerintah Timor Leste sedang menyiapkan bahan bakar MFO yang lebih murah.

Ada beberapa penerbangan yang melayani rute ke Timor Leste. Beberapa diantaranya adalah Batavia, Merpati dan Silk Air. Untuk Batavia dan Merpati, pesawat transit di Denpasar. Sedangkan Silk Air berangkat dari Singapura. Selain itu ada beberapa Maskapai yang melayani rute ke Australia.

Setibanya di bandara Timor Leste, layanan Visa On Arrival sudah menanti. Selain biaya sebesar 30 USD, paspor dan form isian yang diberikan saat dipesawat perlu disertakan. Prosesnya terbilang cepat termasuk saat dicap di loket imigrasi. Kemungkinan masalah muncul saat pemeriksaan acak terhadap barang bawaan. Jika anda kedapatan membawa barang yang dicurigai akan dijual kembali di TL dan tidak disertai bukti pembelian, bisa jadi urusan di bandara akan sedikit panjang.

Saat akan berangkat ke Dili, TL, pertanyaan yang muncul berkisar kondisi keamanan di sana. Selain pertanyaan mengenai Raul Lemos tentunya. Media memang cukup berperan dalam memunculkan sosok Raul Lemos diatas Bapak Tua Xanana Gusmao dan Ramos Horta saat berkunjung ke Indonesia tempo hari. Secara umum, kondisi keamanan di Dili terbilang kondusif. Meskipun masih banyak mobil dan pasukan PBB yang berseliweran di pusat kota. Mayoritas mobil yang ada merupakan tipe mobil offroad. Info tidak resmi, harga pasaran mobil terbilang murah, dibawah 100 juta rupiah untuk kelas 4 WD. Bekas tentu saja. Sayangnya, mobil tersebut tidak dapat dijual ke Indonesia.

Bahasa resmi adalah Portugis dan Tetum. Tetum sendiri adalah bahasa daerah Timor. Indonesia masih banyak yang menggunakannya ternyata. Rata-rata warga usia 17 tahun ke atas masih fasih berbahasa Indonesia. Entah untuk anak usia sekolah, apakah masih diajarkan atau tidak. Baik di sekolah maupun di rumah. Dolar Amrik / USD menjadi mata uang yang berlaku di TL. Geli juga rasanya membaca harga-harga makanan bercita rasa Indonesia dengan rate dollar. Selalu mengkonversi harga menu ke rupiah sebelum memutuskan untuk memilih. Harga barang kebutuhan sehari-hari sedikit lebih tinggi ketimbang Jakarta, terutama yang masih diimpor dari Indonesia. Surabaya merupakan pelabuhan yang banyak memasok barang ke Timor Leste.

Selain itu melihat penduduk yang bertransaksi dengan lembaran dollar lusuh, ingin tertawa saat teringat bagaimana pedagang valas di Jakarta yang memberikan kurs berbeda sesuai kondisi fisik uang dollar.

Ada beberapa warung yang menjual makanan khas Indonesia. Warung Solo, Surabaya dan Padang. Untuk warung kedua, saya belum pernah mencobanya. Warung pertama, memang dijalankan oleh orang Solo. Menurut penuturannya, dia sudah mulai bedagang di Dili sejak tahun 80an. Saya belum sempat bertanya mengenai kewargangeraannya maupun pilihannya saat Referendum akhir tahun 90 an yang lalu. Warung ketiga dijalankan oleh orang Dili sendiri. Rasanya sangat datar tetapi lumayanlah. Yang cukup menjadi perhatian adalah nasinya. Mungkin jenis padinya berbeda, sepintas mirip beras untuk nasi kebuli. Tidak melekat satu sama lain.

Masih ada beberapa hal yang ingin saya tuliskan, tetapi akan saya sambung di edisi berikutnya.

Bertanda , ,

Imlek (nyaris) tanpa hujan

Sepengetahuan saya, perayaan Imlek identik dengan turunnya hujan yang deras. Tetapi, Imlek kali ini terasa (nyaris) tanpa hujan. Di tempat saya, hujan rintik-rintik hanya turun selewat pada siang hari. Ada yang mengatakan bahwa karena tahun ini adalah tahun Naga Air maka hujan akan turun setelah Imlek bukan saat Imlek. Entahlah.

Menurut tautan ini, Imlek akan selalu jatuh pada periode 21 Januari – 20 Februari.

Semoga malam ini turun hujan.

 

Pare-Pare Dari Kejauhan

  

Kota Pare- Pare dari kejauhan

Memasuki kota Pare-Pare dari arah Makassar, disambut oleh gerbang bertuliskan ” Selamat datang di kota kelahiran Presiden RI ke-3, Prof. BJ.Habibie.

Pare-Pare adalah tipikal kota transit. Baik sebagai kota transit rute ke Toraja dan kota-kota lain di tengah dan utara pulau Sulawesi. Sebelum terbentuk propinsi Sulawesi Barat, pelabuhan di Pare-Pare terbilang ramai. Karena menjadi salah satu pelabuhan distribusi barang-barang ke kota sekitar yang cukup jauh dijangkau oleh transportasi dari Makassar.

Foto disamping memperlihatkan sebagian kota Pare-Pare yang berada di perbukitan. Diambil dari salah satu wilayah di kabupaten Suppa, sekitar 20 menit dari Pare-Pare.

Argi 10 bulan

Tulisan ini seharusnya terbit beberapa bulan yang lalu. Bahkan sering dapat sindiran dari istri tercinta, karena tidak kunjung terbit :D .

Putra pertama saya, Argi, alhamdulillah lahir 11 Maret 2011 yang lalu. Seorang kawan bahkan sempat menebak, saya akan memberi nama Tsunami. Karena pada pagi harinya terjadi tsunami di Jepang yang heboh karena berefek pada PLTN Fukushima.

Nam Argi sendiri ide dari datuknya. Berupa singkatan tetapi memiliki arti “Cahaya”. Dari referensi yang perlu diuji validitasnya, Argi merupakan kosakata dari salah satu daerah di Spanyol. Untuk memastikannya, saya sudah berencana mengajak Argi dan bundanya ke Spanyol suatu waktu kelak. Tentu saja untuk memastikan kebenaran arti naam Argi tersebut.

Lahir dengan panjang 52 cm dan berat 3,6 kg, Argi masih diberi kesempatan untuk lahir secara normal. Berbekal kengototan bundanya dan tidak update nya hasil usg sebulan sebelum lahir, tidak ada dokter yang merekomendasikan untuk caesar. Selepas shalat Jumat, bundanya Argi terasa mulas-mulas. Pengecekan terakhirsebelum shalat Jumat, terdeteksi bundanya berada pada posisi bukaan 4. Perkiraan sore atau malam hari, Argi akan lahir. Memang sesuai perkiraan, bahwa Argi akan memiliki banyak kemiripan dengan saya. Sama-sama dilahirkan di Lampung pada siang hari.

Tidak terasa, 10 bulan sudah berlalu. Banyak sekali perkembangan yang saya lihat pada Argi. Mulai dari ocehan-ocehannya, meskipun belum terlampau jelas, Tingkat keaktifan geraknya yang terbilang tinggi. Bahkan Argi sudah menunjukkan minat untuk olahraga Halang Rintang. Pertanda untuk masuk TarNus hehehe.

Wajar jika orang tua membanggakan perkembangan anaknya, maklum yang paling hebat sedunia adalah anaknya sendiri. Begitu pula Argi. Jika ditanya rekan-rekan, saya selalu menceritakan beberapa hal berikut:

1. Suka berteriak. Tampaknya beberapa pekan terakhir, Argi baru menyadari bahwa dia mempunyai kemampuan utnuk berteriak dengan suara yang cukup nyaring. Sehingga seringkali , secara tiba-tiba, Argi berteriak untuk menunjukkan eksistensinya kepada ayah tercintanya :D .

2. Mampu menarik perhatian orang. Oke, penampilan fisik yang lucu dan menggemaskan dari seorang bayi sudah tentu akan menarik perhatian banyak orang. Tetapi jika si anak berinisiatif melakukan hal-hal unik untuk menarik perhatian orang, tentu patut diapresiasi. Argi jika dibawa ke kantor bundanya, yang mayoritas kaum hawa, sering memperlihatkan senyum termanis kepada pemuja disekelilingnya. Beberapa kali, Argi sengaja batuk untuk menarik perhatian orang lain, yang terbilang menarik menurut  bundanya. Seperti yang diperlihatkan saat perjalanan menuju Jogja tempo hari. Setiap kali istri menceritakan hal tersebut, saya tersenyum dan selalu mengingatkan bahwa itu bukan karakter saya :D .

3. Antusias jika melihat Laptop, Kucing dan Kelinci.

Antusiasme terhadap Laptop, baru saya sadari akhir tahun 2011 ini. Saat saya membawa laptop kantor untuk merampungkan beberapa pekerjaan di libur akhir tahun. Tak dinyana, antusiasme Argi ini membuat saya mengalihkan jadwal penyelesaian pekerjaan di malam hari. Kucing dan Kelinci sering terlihat di sekitar rumah. Entah apa yang digumamkan saat melihat kedua hewan tersebut melintas didepannya.

4. Membaca

Selain kegemaran orang tuanya, mengenalkan kegiatan membaca sejak dini kepada Argi terinspirasi dari artikel ini dan ini. Sejak usia 6 bulan, bundanya sudah membelikan buku bergambar dengan bahan dari kain. Akhir bulan lalu, saya membawa majalah internal kantor. Kebetulan cukup banyak gambar yang terbilang menarik untuk dilihat-lihat. Dari mesin kapal hingga proyek di rig :D . Selain menanamkan kegemaran membaca, hal ini bisa menjadi peluang untuk mengkampanyekan cita-cita sebagai insinyur kepada anak-anak.

Cukup banyak hal-hal yang bisa saya tuliskan di sini mengenai Argi. Tampaknya saya harus berkonsulatasi dahulu dengan Argi, apakah dia mau kesehariannya ditulisakan di blog ayahnya. Atau dia sendiri yang ingin menulisakannya kelak. Kita tunggu saja.

 

Pengujian Switchgear

Berkecimpung di dunia pembangkit, bukan berarti harus melepaskan minat pada switchgear. Lazimnya, switchgear merujuk pada deretan kubikel atau panel distribusi daya listrik di dalam ruangan. Jika berada diluar ruangan, sering dikenal sebagai switchyard. Switchyard sendiri banyak dikenal untuk kumpulan peralatan listrik dengan kelas tegangan tinggi (70 & 150 kV ke atas).

Ada beberapa jenis pengujian yang biasa dilakukan pada switchgear.

1. Pengujian Tahanan Isolasi

2. Pengujian Tegangan Tinggi DC / AC

3. Pengujian Faktor Daya / Rugi-Rugi Dielektrik

4. Pengujian Tahanan Kontak Pemutus ( PMT/ Circuit Breaker)

5. Uji Analisa Kecepatan Pemutus ( Time-Travel Circuit Breaker)

Bertanda

Sherlock Holmes 2: A Game of Shadow

sumber: movies.sky.com

Membuat tafsiran yang sedikit berbeda terhadap film yang diangkat dari novel, menjadi pilihan terbaik seorang sutradara.

Hal itu yang diambil seorang Guy Ritchie dalam menggarap sekuel Sherlock Holmes. Sepertinya dia tidak ingin kerepotan menghadapi protes penggemar karya Sir Arthur Conan Doyle ini. Seingat saya Sir Conan, belum pernah menceritakan adegan di klub perkelahian dalam kisah-kisah Sherlock.

Seorang kawan bercerita, Guy Ritchie mempunyai hobi membaca kelas berat. Selain itu, dia juga tergabung dalam “Fight Club” seperti yang dilakukan oleh Sherlock Holmes. Tautan referensi dari hobinya ini memang belum saya temukan. Tetapi, wajar jika Guy Ritchie sangat terbawa dalam menggarap sekuel Sherlock ini.

Jika anda ingin melihat Sherlock yang senada dengan novel aslinya, ada serialnya yang cukup Inggris. Saya pernah melihatnya di Inflight Entertainment nya Garuda. Cukup menarik walaupun terbawa suasana modern saat ini.

Dari sisi ide cerita, tidak terlampau jauh berbeda dengan edisi pertamanya. Masih mengisahkan awetnya pertarungan Sherlock dengan Prof. James Moriarty. Prof.James sendiri adalah jenius matematika yang memiliki ambisi berbeda dengan Sherlock.

Yang jelas, jangan pernah menganggap remeh petunjuk yang dimunculkan di layar bioskop. Karena petunjuk-petunjuk tersebut akan memberi kejutan di kemudian waktu. Bagaimana seorang Sherlock harus menyelamatkan sahabatnya, Watson dan sang istri dengan ketepatan perhitungan waktu yang tepat. Bagaimana Sherlock dapat menyelamatkan diri saat melompat ke air terjun yang tinggi dan sangat dingin. Maklum sedang di Swiss. Tentu seru jika tahu cara seorang  Sherlock men-skak mat secara finansial seorang Prof. James Moriarty di akhir cerita :D . Penasaran? Anda akan bisa menebak jika mampu menghubungkan petunjuk yang ada di setiap adegan yang ada.

Seru dan menghibur adalah 2 kata yang sering saya pakai untuk menilai film seperti Sherlock 2 ini.

Bertanda

Dari Kennedy ke Sinetron

- Ambition is not a vice of little people. – Kutipan dari seorang Michel de Montaigne, seorang penulis sekaligus negarawan di jaman Renaissance.

Sangat menggambarkan kondisi keluarga Kennedy, yang sangat populer di Amerika. Hal tersebut terlihat didalam mini seri Kennedy yang sudah masuk didalam daftar inflight entertainment Garuda bulan Desember ini. Joseph Kennedy Sr, berambisi untuk membawa anggota keluarganya menjadi orang nomor satu di negeri itu. Meski dihadapkan pada fakta bahwa keluarga mereka adalah keturunan Irlandia dan Katolik.

Joseph Kennedy Sr, sendiri harus mengubur impiannya menjadi orang nomor satu saat dia menjabat sebagai Dubes untuk Inggris. Harapannya jatuh ke putra sulungnya, Joseph Kennedy Jr, yang akhirnya tewas saat penugasan sebagai pilot. Estafet ambisi akhirnya berpindah ke John F Kennedy, sang putra kedua. Yang dibantu oleh adiknya, Bobby yang sangat berperan dalam kampanye.

JFK awalnya sangat gugup dalam meraih dukungan saat pencalonan dirinya sebagai senator sebelum akhirnya mencalonkan diri sebagai presiden. Tetapi dia menemukan momen kebangkitannya saat berbicara di depan perkumpulan ibu para tentara yang gugur di perang dunia.

Baru 2 seri yang saya tonton dari 5 seri yang tersedia. Sepertinya seru juga jika genre sinetron di Indonesia mengangkat tema-tema yang tidak mencederai intelejensia bangsa Indonesia.

Bicara soal sinetron, saya teringat dengan pengalaman saat melihat tayangan “sinetron” di saluran TV India, Zing. Di salah satu adegannya, teknik pengambilan gambar dengan zoom selama beberapa saat dan menyorot ke hampir semua pemeran yang ada mengingatkan dengan teknik gambar yang lazim di sinetron. Entah kenapa hal tersebut bisa terjadi. Meskipun sintron tersebut digawangi oleh produser dengan cita rasa India, tetapi yang menggarap adalah sutradara lokal. Oke lah kalau temanya tidak bercitarasa lokal, minimal tekniknya jangan terlampau mirip. Atau sebaiknya tema yang ada harus mencerdaskan kehidupan bangsa dengan teknik penggarapan yang sedikit menentramkan mata.

 

 

Bertanda

Membagi PT.KAI

Tadi malam, saya menerima sms dari keluarga tentang lowongan kerja di PT.KAI. Bisa dicek disini. Informasi tersebut mengingatkan kehebohan yang muncul beberapa hari yang lalu. Seputar sidak ala Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN terhadap pelayanan kereta api di ibukota. Heboh, karena Dahlan Iskan muncul tanpa pengawalan / protokoler sama sekali, setidaknya itu yang muncul di media massa. Sekilas saya memang melihat kehadiran istrinya yang selalu setia mendampinginya.

Sepengetahuan saya, amat jarang pejabat setingkat menteri, di luar Departemen Perhubungan, yang melakukan sidak semacam ini tanpa ada persiapan sebelumnya oleh protokoler. Dari informasi beberapa rekan, KAI sedang mengalami perbaikan yang cukup signifikan, diharapkan dengan daya dorong yang diberikan Dahlan Iskan, perbaikan tersebut bergerak semakin cepat. Memang masih banyak kritik yang muncul tentang KAI. Hal yang sangat sulit dihindari oleh institusi yang bermetaformosis dari Perjan, Perum kemudian Perseroan. Tetapi tidak ada kritik yang tidak bisa diselesaikan. Optimisme itu harus tetap dikibarkan.

Salah satu isu menarik yang berkembang adalah pemecahan PT.KAI. Di perhubungan udara, bandara di urus oleh PT. Angkasa Pura. Sedangkan wahana transportasi udara diurus oleh masing-masing maskapai. Begitu pula di perhubungan laut. Ada Pelindo sebagai pengelola pelabuhan, di sisi lain Pelni dan perusahaan pelayaran swasta lain berperan sebagai operator kapal.

Dan hal serupa bisa diterapkan di moda transporatasi kereta api ini melalui PT. KAI. Ada perusahaan yang mengelola stasiun kereta beserta jalur rel kereta. Ada pula yang berperan sebagai operator kereta. Kompetisi pasti akan muncul terutama jika pihak swasta diberi kesempatan untuk mengelola.

Toh, untuk kepentingan publik segala macam alternatif perlu dipikirkan dan dilaksanakan sebagai tindak lanjut pelayanan kepentingan masyarakat. Jika hal ini berhasil dan mampu membuat kepentingan publik terlayani dan perusahaan kereta api hidup sehat, bukan tidak mungkin akan banyak unbundling di BUMN lainnya. Dan itu wajar selama kepemilikan mayoritas masih dipegang oleh negara.

Bertanda

Pemilu di Makassar

 Foto di sebelah adalah gambaran hasil pemungutan suara untuk ketua IA ITB di tps Makassar.

Diluar dugaan, kandidat No.5 unggul jauh ketimbang kandidat terdekat yaitu No.2. Prediksi saya kandidat No.1 akan bersaing ketat dengan kandidat No.5. Tetapi alumni punya pilihan lain.

Kandidat yang saya dukung hanya menduduki posisi ke-4, hehe. Tidak menyesal pastinya, meski harus bolak-balik ke Makassar. Toh lumayan banyak bertemu dengan alumni lainnya.

Seorang kawan dari PT lain, mengungkapkan harapannya terkait pemilu IA ITB  ini.

Mudah2an yang terbaiklah yg naik. Yg bisa dan punya nyali mengadvokasi kemajuan dan penerapan teknologi di Indonesia.

Apakah saya harus bergabung dengan kepengurusan yang sekarang ?

Bertanda ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 114 pengikut lainnya.