Single Pole vs 3 Pole Circuit Breaker

Mengecek daftar material yang akan dipergunakan dalam pembangunan suatu proyek memang membutuhkan kewaspadaan lumayan tinggi. Meskipun material tersebut sudah menjadi makanan sehari-hari, meremehkan suatu rutinitas bisa berbahaya pada pelaksanaan proyek itu sendiri.

Minimal ada 3 dokumen yang perlu dipegang saat melakukan pengecekan tersebut. Diagram satu garis (single line diagram) yang telah disetujui oleh klien, daftar material (bill of material) dari kontrak / bagian penjualan (sales) serta anggaran proyek yang sudah disepakati sebelumnya.

Kebetulan proyek yang saya pegang kali ini adalah gardu induk yang menghubungkan suatu pembangkit dengan transmisi PLN. Total ada 6 bay yang menjadi tanggung jawab saya, 2 bay Generator Trafo, 1 bay Trafo (step down) , 1 bay coupler serta 2 buah bay Line transmisi. Sepintas saya lihat ada yang aneh di bagian PMT (pemutus tanah) yang juga dikenal sebagai circuit breaker CB. Total ada 6 buah CB, tetapi semuanya adalah PMT tipe 3 pole operation.

Tipe 3 pole operation ini umum ditemui pada trafo dan coupler bay. PMT tipe ini akan bekerja memutus beban pada ketiga fasa secara bersama. Sedangkan tipe yang lain adalah single pole operation yang umum ditemui bay Line (Transmisi). Tipe ini hanya akan memutus fasa yang mengalami gangguan saja. Jadi, jika terjadi pada gangguan pada salah satu fasa di saluran transmisi maka PMT akan melepas fasa yang terganggu. Dan PMT tipe ini juga dilengkapi fungsi auto reclose (tetapi tergantung spesifikasi yang diminta klien juga).

Oke, dapat satu catatan. Mari lanjut bekerja..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s