Tarawih 20

Jumat malam ini, 20 Ramadhan 1435, seperti layaknya hari kerja biasa, tarawih saya kerjakan di musala kantor. Tidak ada ketentuan yang resmi mengenai rakaat tarawih yang dianut. Terkadang 23. Versi 11 rakaat pun mulai menjadi tren selepas 10 hari pertama.

Sepintas imam tarawih kali ini adalah penganut versi 23 rakaat. Dan biasanya di akhir shalat tarawih selalu ada lantunan doa, salawat dan pemberitahuan yang dilantunkan oleh salah seorang jamaah. Yang kemudian diikuti oleh jamaah lain. Pelantun ini kerap disebut sebagai bilal.

Mungkin bilal kurang memperhatikan, pada saat akan memulai tarawih sesi ke 4, bilal mengucapkan “Akhirul tarawiih..” yang kontan disambut oleh imam, “23 rakaat…” . Tersadar, bilal pun buru-buru mengganti doanya. Rupanya sebagian besar memilih versi 11 rakaat. Sehingga cukup banyak jamaah yang mundur saat akan dilanjutkan ke sesi ke 5. Bilal pun berkomentar, “tah ngarieut..”

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s