[Menonton] Net TV

Di awal kemunculannya, Net TV saya fikir adalah stasiun TV yang disiarkan melalui media internet. Tidak lama berselang, info yang terdengar, TV ini dimotori oleh Wishnutama, yang berhasil membawa Trans TV dan TV7 menuju babak baru dengan berbagai program unggulannya.

Beberapa pekan belakangan ini, acara Net TV yang saya lihat hanyalah Tonight Show yang dipandu oleh Arie Untung. Maklum, seringkali sampai di rumah setelah lalu lintas Jakarta sedikit manusiawi. Salah satu episode yang saya sukai saat mewawancarai Budiono Darsono, salah satu pendiri detikcom. Ternyata beliau sangat kocak, terbukti beberapa celetukannya mampu mengalahkan kelucuan pembawa acara. Bahkan saya juga baru tahu kenapa di twitternya dia sering membawa-bawa skripsi yang tidak kunjung selesai.

Sepintas, dari warna yang ditampilkan cenderung gelap seperti Trans TV. Kalau Trans 7 lebih ke arah cerah yang didominasi warna biru, menurut saya. Selebihnya, belum ada kesan yang lain.

Hingga hari sabtu sore yang lalu, saat rehat menyelasaikan beberapa proyek pribadi, saya menyalakan TV dan terpaku pada acara Indonesia Bagus di Net TV. Sekilas teringat acara musik Asia Bagus. Tetapi acara ini lebih kearah jalan-jalan ke berbagai daerah di Indonesia. Sabtu sore kemarin, daerah yang diliput adalah Palembang. Satu hal yang unik adalah naratornya. Naratornya tidak tampil di layar layaknya acara jalan-jalan yang lain. Dan narator berbicara dengan dialek daerah tersebut. Menarik, karena selama ini banyak acara yang didominasi dengan dialek dan gaya bicara ala ibukota. Beberapa dialek/aksen/gaya bicara dari daerah banyak yang muncul, itupun temporer dan didominasi acara komedi.

Selepas Indonesia Bagus, dilanjutkan oleh acara yang tidak kalah mantapnya. Lentera Indonesia.

Bentuk acaranya seperti features di media cetak. Menggali beragam sisi kehidupan dari sosok manusia dan suatu daerah. Episode kemarin menggali pengalaman hidup seorang guru bantu dari Sekolah Guru Indonesia yang dimotori Dompet Dhuafa. Guru ini mengajar SDN 15 Woja, suatu desa di kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Meskipun didominasi oleh perbukitan kapur, tim produksi acara ini bisa mengambil dan menampilkan gambar-gambar serta warna lingkungan yang berkarakter. Sekilas seperti melihat National Geographic atau BBC Documentary. Di akhir acara, guru bantu tersebut mengatakan kalimat (readaksinya tidak persis sama) yang patut direnungkan.

Bagi saya, mengajar itu investasi untuk akhirat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s