2018, AS Ekspor Gas, Peluang atau Ancaman?

Saat rehat sore ini, ada berita menarik di Jakarta Post. Beritanya tentang rencana lelang 2 blok shale gas oleh pemerintah. Kedua blok tersebut adalah Kisaran dan Tanjung Barat. Shale gas sendiri didapat dengan menggunakan teknologi hydraulic fracturing. Dengan menginjeksikan air dan bahan kimia ke dalam batuan.

Teknologi hydraulic fracturing ini yang mendorong produksi gas Amerika Serikat meningkat tajam. Diperkirakan pada tahun 2018-2020, As akan menjadi salah satu eksportir gas terbesar di dunia. Momen itu sudah sangat dekat,  karena hanya 5-7 tahun lagi gas akan membanjiri pasar dunia.

Kira-kira, strategi apa yang sudah dipersiapkan pemerintah untuk antisipasi hal tersebut. Membanjirnya produksi gas di pasar dunia, akan mengakibatkan harga gas akan menurun. Beberapa konsumen gas Indonesia, bisa jadi akan mengurangi konsumsi atau lebih buruk lagi, memutus kontrak pembelian gas Indonesia. Meski pemutusan kontrak tersebut akan jadi opsi terakhir yang diambil, jika dampak legal dan komersial yang harus ditanggung lebih menguntungkan secara jangka panjang.

Persoalannya, dengan produksi gas yang berlimpah, sudah siapkah infrastruktur pendukung maupun pengguna gas tersebut. Dari pipa penyaluran gas hingga pabrik atau pembangkit listrik tenaga gas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s