Aroma Asap Genset

Beberapa pekan ini, di bagian belakang kantor sedang ada pekerjaan perawatan dan perbaikan fasilitas bawah tanah. Cukup banyak pekerja yang hilir mudik di sekitar lokasi. Tampatnya target yang ditetapkan cukup ketat, karena nyari setiap hari pekerjaan berlangsung hingga malam hari. Tidak jarang diteruskan pada akhir pekan. Terlihat sebuah genset (generator set). Lebih tepatnya diesel genset yang dipergunakan sebagai sumber catu daya listrik bagi keperluan pekerjaan tersebut. Meskipun genset yang dipergunakan tipe silent, suara genset saat bekerja masih terdengar dari jarak 5 meter.

Beberapa kali melewati genset tersebut, tentu aroma asap buangan genset tersebut tercium cukup sering. Aroma asap yang khas mengingatkan akan saat mengerjakan proyek di daerah Ancol bertahun yang lampau. Proyek yang saya kerjakan adalah general overhaul mesin kapal salah satu instansi negara. Cerita dari kru, kapal ini adalah hibah dari salah satu negara sahabat sekitar 30 tahun yang lalu. Dan pekerjaan general overhaul ini baru dilaksanakan untuk pertama kalinya setelah 30 tahun beroperasi. Perawatan yang dilakukan selama ini adalah perawatan mesin yang dikategorikan sebagai minor dan major overhaul. Kategori ini didasarkan pada seberapa besar / banyak komponen mesin yang diganti.

Sepintas mesin buatan eropa ini terbilang handal dan mudah dalam perawatannya. Sayang sekali, menurut kabar terakhir yang saya dapat, mesin ini sudah tidak diproduksi lagi. Terutama sejak pabriknya dibeli oleh salah satu pabrikan mesin diesel besar dari eropa juga. Selain kebutuhan mesin dengan putaran tinggi sudah berkurang di pasaran dunia, putaran nominal mesin ini 1500 rpm, pabrikan yang mengakuisisi juga mengembangkan jenis mesin putaran tinggi yang lebih fleksibel dalam operasinya. Mesin putaran tinggi umumnya dipakai untuk kapal patroli atau perang.

Pernah dengar bahwa orang Indonesia tidak bagus dalam memelihara nyaris segala hal? Terutama fasilitas di instansi negara. Oke, meski mesinnya bagus dan bandel, dimana bandel ini merujuk pada tingkat kehandalan yang lebih tinggi, jika tidak dirawat secara baik sesuai standar pabrikan, mesin atau barang apapun lambat laun akan rusak atau berkurang kinerjanya. Setidaknya asumsi di atas bisa terpatahkan jika melihat kondisi mesin tersebut. Meskipun situasi di ruang mesin cukup menyedihkan, bisa jadi karena anggaran perawatan juga minim.

Selain perawatan menyeluruh pada mesin, secara berkala kapal juga diremajakan. Baik eksterior maupun interior. Teknisnya, plat baja yang menyelubungi tubuh kapal akan dikuliti dan diganti dengan plat baja yang baru. Oya, pekerjaan semacam ini dilakukan di dok kering.

Saat menuliskan postingan ini, saya teringat kembali oleh kapal rudal cepat Trimaran yang tahun lalu mendadak hilang kabarnya karena peristiwa kebakaran. Dari foto yang ada, terlihat seluruh kapal terbakar habis. Tidak ada info yang jelas apakah mesin kapal sudah terpasang atau belum. Saat saya konsultasikan dengan beberapa orang yang paham akan mesin diesel, jarang ada mesin kapal bisa terbakar habis. Kemungkinan saat itu, mesin kapal memang belum dipasang.

Kemudian muncul ide, kenapa PT PAL atau salah satu perusahaan lokal mengambil lisensi pembuatan mesin dari salah satu pabrik yang hidupnya segan mati tak mau. Ketimbang riset dari awal, karena memerlukan dana dan sumber daya yang besar. Kebutuhan mesin kapal dengan putaran tinggi sangat diperlukan, khususnya di Indonesia. Mengingat panjang pantai Indonesia yang begitu masif, sehingga memerlukan pengawasan yang tidak bisa dianggap sepele.

Mungkin karena banyak prioritas nasional yang perlu diselesaikan.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s