Buku Bulan September

Sebenarnya bulan ini belum ada komitmen buku baru. Mengingat masih ada buku yang belum selesai terbaca dan tanggungan resensi yang menggunung. Tetapi membaca deretan judul buku yang baru terbit bisa jadi mendorong semangat menyelesaikan tanggungan yang tadi.

Tampaknya, toko buku ini sedang berusaha menghabiskan stok buku yang tidak terjual. Jika beberapa bulan belakangan, pagelaran ditempatkan di pelataran parkir, kali ini cukup di samping pintu masuk. Bisa jadi program.pengurangan stok berhasil. Ada beberapa judul yang menarik dan dibandrol teramat murah. Mungkin nanti saja, saya lihat lagi.

Seperti biasa, lantai 2&3 menjadi fokus utama. Suasananya terbilang ramai. Mungkin masih awal bulan. Anggaran belanja buku masih tebal. Atau karena awal semester. Karena terlihat beberapa kelompok usia kuliah yang sibuk memilah buku daras kuliah. Di sudut buku impor, koleksi judulnya mulai bertambah banyak. Meskipun belum sebanyak toko buku impor lainnya. Mendadak teringat janji MenKeu untuk menghilangkan pajak buku impor. Kira-kira kapan akan terlaksana?

Di bagian buku agama, saya membaca sedikit Mukadimah karangan Ibnu Khaldun. Kenapa tidak dimasukkan ke kategori sosial atau sejarah? Karena buku ini banyak bercerita tentang kondisi masyarakat Afrika, Arab dan Spanyol saat itu. Sangat tebal. Melebihi buku daras Elektronika jaman kuliah dahulu.

Ada buku Forensic Accounting. Sepertinya belum ada Forensic for Electrical. Selama ini untuk investigasi kerusakan fasilitas atau kecelakaan masih merujuk ke root cause analysis.

Di bagian ekonomi, buku pak Darmin Nasution -Bank Sentral Harus Membumi- tampaknya belum tiba. Sepertinya harus memesan langsung ke penerbitnya. Ada buku kumpulan tulisan ekonom lulusan FEUI, salah satunya bang Eric Sugandi. Masih banyak istilah yang belum saya fahami, sehingga masih terasa di awang-awang.

Setelah 2 jam dan sudah masuk Ashar, akhirnya ada 2 buku yang saya angkut.
1. A to Z Bisnis Hulu Migas, A Rinto Pudyantoro. Ditulis oleh praktisi migas yang malang melintang di perusahaan migas sebelum berlabuh keBPMigas/SKK Migas. Sampai malam ini, baru sampai bab 3, operasional bisnis migas.
2. Why Samsung, dari beberapa chaebol yang ada, tampaknya Samsung yang lumayan sering ditulis dalam artikel, studi kasus bisnis ataupun buku. Mungkin karena bisnisnya banyak yang bersifat retail sehingga banyak dikenal masyarakat luas. Ditulis oleh 6 ekonom profesional Korea, semoga ada banyak info baru yang didapat.

Berat juga memilih kedua buku di atas, karena harus mengeliminasi beberapa buku lainnya. Lagi-lagi terhalang tanggungan di atas.
Beberapa buku yang tereliminasi dan masuk daftar tunggu adalah;
1. Man Of Honor, biografi William Soerjadja
2. Haji Murad, novel pejuang Chechnya yang ditulis LeoTolstoy. Tertarik karena namanya mirip dengan nama jalan Bek Murad di dekat jln Sudirman
3. Buku tulisan seorang wartawan foto yang menjadi dubea di Eropa.

Semoga tanggungan buku dan resensi segerq selesai. Sehingga kuota buku bisa kembali normal.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s