Pasang Surut Warung Makan

Beberapa puluh meter dari tempat tulisan ini dibuat, ada sebuah ruangan yang disewakan untuk usaha. Ruangannya tidak terlampau besar, sekitar 3×4 meter. Tetapi, lokasinya strategis. Ditepi jalan raya yang ramai.

Seingat saya ruang tersebut sudah tiga kali berganti penyewa.

Pertama, warung nasi goreng dan mie ayam. Pelaksana lapangannya satu orang. Harga terbilang murah dengan kisaran 6000 – belasan ribu rupiah. Meski tidak terlalu ramai, warung ini bertahan lebih dari 6 bulan.

Penyewa kedua adalah warung gudeg yang mencantumkan sebagai cabang dari warung yang sama di Bekasi. Digawangi oleh 2 orang. Mungkin karena yakin dengan rasanya yang terbilang nikmat, harga yang dibandrol pun terbilang tinggi. Di atas 20 ribu untuk gudeg dengan tahu dan tempe. Perhitungan saya, warung ini tidak akan bertahan lama. Karena pembeli yang mampir bukanlah tipikal yang bersedia mengeluarkan uang lebih untuk rasa yang lebih. Selain itu, untuk warga sekitar, gudeg juga pilihan untuk makanan harian. Meskipun ada opsi ayam, telur disamping tahu dan tempe. Tidak lama, warung itu kembali tutup.

Penyewa ketiga dan masih bertahan sampai sekarang adalah warung nasi padang. Dengan tampilan dan pilihan menu khas, tidak diperlukan waktu lama untuk menggaet pelanggan. Pengelolanya suami istri. Dari segi harga masih sesuai harapan pembeli pada umumnya. Sama halnya dengan urusan rasa yang masih masuk toleransi. Bisa jadi warung ini akan bertahan lebih dari setahun, jika dilihat dari perkembangannya dari waktu ke waktu.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s