Durian

Pantas saja pada akhir Ramadhan ini, beberapa kawan bercerita tentang perburuan durian di kampung halamannya. Buah yang dijuluki sebagai rajanya para buah, seingat saya, mengalami puncak produksi/panen di akhir atau awal tahun. Dengan toleransi 1-2 bulan.

Siang ini, saat berjalan di sekitar rumah, ada seorang pedagang yang menggelar dagangannya berupa durian. Dia menggunakan sepeda kayuh dengan 2 buah keranjang rotan(?) di bagian belakangnya. Sepertinya belum lama lapaknya digelar, karena durian dagangannya masih belum tertata rapi. Ada satu orang calon pembeli yang meminta untuk diperlihatkan kondisi daging buah durian. Masih berwarna kuning pucat. Kurang manis tampaknya meski ukurannya terbilang besar.

Pernah memanen buah durian dari pohonnya? Tere Liye menuliskannya secara apik di salah satu serial anak-anak Mamak, Pukat. Menunggu matang dan jatuh dari pohon secara mandiri sangat direkomendasikan ketimbang memanennya secara paksa.

Pernah dengar Tempoyak? Hasil fermentasi daging durian dan garam ini lazim ditemui di masyarakat Sumatera dan Kalimantan. Bisa dimakan mentah bersama sambal dan nasi hangat. Atau dimasak matang maupun sebagai campuran ikan sayur/kuah akan mengundang selera.

Secara alami, Indonesia punya banyak jenis durian. Terlebih lagi jika jenis-jenis tersebut dikembangkan menjadi varietas baru. Tentubakan lebihblengkap lagi koleksi bangsa ini. Ada 2 jenis durian yang masuk daftar pencarian saya. Durian Bangka, yang dibandrol ratusan ribu per buahnya. Satu lagi durian Bengkulu yang berwarna merah karena rasanya yang teramat manis.
Seorang kawan pernah bercerita, saat di Ambon, ada durian yang teramat baik kualitasnya. Dari sisi rasa maupun ketebalan daging. Sehingg si kawan menempatkan durian tersebut di posisi teratas klasemen durian yang pernah dia nikmati.

Jadi kapan kita berburu durian lagi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s