Negeri Para Bedebah – Tere Liye

Why should a financial engineer be paid four times to 100 times more than a real engineer? A real engineer build bridges. A financial engineer build dreams. And, you know, when those dreams turn out to be nightmares, other people pay for it.

(Andrew Sheng in Inside Jobs)

Sabtu lalu, saya menemukan opini tentang 6 penyakit media sosial di dunia maya yang bisa dibaca disini.  Saya tertegun waktu membaca profesi sang penulis, Akuntan dan Penulis. Terjawab sudah kenapa buku Negeri Para Bedebah yang ditulis oleh Darwis Tere Liye ini begitu mudah dipahami. Meskipun buku ini bercerita tentang dunia keuangan dengan segala seluk beluknya yang cukup rumit dan wah. Memang benar ungkapan orang bijak, jika kita mampu menceritakan suatu hal secara sederhana kepada orang awam, bisa dipastikan kita menguasai dan memahami hal tersebut.

Bank Summa, BCA dan Bank Century

Ketiga nama bank tersebut beserta peristiwa yang melingkupinya senantiasa terngiang saat membaca hingga menuntaskan buku ini. Opini saya pribadi, bahwa ketiga peristiwa yang terjadi pada bank tersebut menjadi sumber inspirasi penulisan buku ini. Meskipun porsi terbesar masih berkisar pada usaha penalangan bank Century yang kelak berubah menjadi bank Mutiara. Di awal buku, penulis sudah mengingatkan bahwa kisah di dalam buku ini adalah fiksi, baik pelaku maupun kejadiannya.

Akan tetapi kelincahan penulis dalam mengolah kata, alur dan kejutan mampu menggoda pembaca untuk mengait-ngaitkan isi buku ini dengan kehebohan di Indonesia beberapa waktu yang lalu. Istilahnya gotak gatik gandul.

Relevansi

Dalam tulisan yang lain, penulis mengingatkan bahwa relevansi merupakan aspek yang penting supaya pembaca dapat menikmati tulisan yang dibuat. Relevansi inilah yang sering membuat pembaca terlibat dalam alur cerita yang dibuat. Jika sudah menemukan buku yang terasa gue banget ,  akan terasa berat untuk berhenti membaca hingga selesai. 

Otodidak

Salah satu pesan moral yang saya tangkap adalah jangan meremehkan otodidak atau kemampuan untuk belajar sendiri. Otodidak yang tidak terpaku oleh bangku belajar formal mampu membuat tokoh-tokoh di buku ini menjadi sosok yang mandiri. Belajar apapun yang kamu senangi dan dirasa bermanfaat. Dari bisnis hingga musik. Menyetir mobil hingga kapal. Bela diri hingga menggunakan senjata.

Selesai membaca buku ini, saya teringat puisi yang berjudul sama. Relevan atau tidak, anda sendiri yang memutuskan.

Puisi Negeri Para Bedebah
Karya:Adhie Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan

 

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s