Menuju Gridlock 2014

Sembari melihat kelucuan dan kemirisan saat sidang paripurna pengesahan UU RAPBN-P 2013, saya terpaku dengan salah satu celetukan yang ada di linimasa. Salah satunya saya jadikan judul postingan kali ini.

Gridlock sendiri bisa berartikan kemacetan karena jalur kendaraan yang terkunci atau bisa juga kebuntuan di sidang legislatif saat pengesahan suatu undang-undang. Saya tidak tahu situasi mana yang hendak dirujuk oleh si penceletuk tersebut. Karena kedua situasi tersebut terjadi khususnya di kota Jakarta tadi malam.

Bicara kondisi kemacetan, khususnya di Jakarta dan sekitarnya, memang sudah tahap mengenaskan. Karena terjadi nyaris setiap hari dan apabila satu titik sudah macet akan segera melebar ke jalur lainnya dalam hitungan menit. Selain itu penyebabnya pun beragam, mulai dari pengguna jalan yang tidak disiplin hingga demonstrasi seperti tadi malam. Khususnya di depan gedung MPR/DPR.

Beberapa kali saya menemukan tulisan yang membahas prediksi macet total akan terjadi di Jakarta dalam waktu dekat. Pertumbuhan penduduk dan kendaraan yang ada tidak mampu diimbangi oleh jalur dan fasilitas transportasi umum yang memadai.

Ada beberapa usulan yang rasanya perlu dipertimbangkan oleh pemerintah pusat.

1. Menciptakan pusat pertumbuhan baru di luar Jawa. MP3EI rasa-rasanya bisa menjadi salah satu perangkat yang direncanakan untuk mewujudkan hal ini. Tetapi ini baru mencakup pembangunan ekonomi. Masih jauh jika dibandingkan dengan perangkat orde baru yang berupa GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara). Karena GBHN ini memiliki cakupan rencana pembangunan yang lebih luas. Meskipun rezim Orba sudah diruntuhkan, tetapi tidak ada salahnya jika para aktivis yang duduk di birokrasi ataupun legislatif untuk menggunakan perangkat yang serupa tetapi dengan isi yang mencerminkan semangat reformasi 98.

2. Mengurangi subsidi BBM secara parsial. Banyak berseliweran alasan dibalik pendukung maupun penolak kenaikan BBM. Salah satu alasan lumayan sering terdengar adalah subsidi tidak tepat sasaran. Berapa persen yang tidak tepat sasaran? Dan jenis-jenis tindakan apa saja yang yang masuk kategori tidak tepat sasaran. Mobil mewah menggunakan BBM subsidi? Penyelundupan dan pencurian BBM subsidi? Subsidi di bidang transportasi, menurut saya, masih diperlukan. Supaya warga yang memerlukan, bisa mengalihkan dana pribadinya ke pendidikan dan kesehatan. Karena 2 hal ini merupakan investasi yang sangat berharga supaya produktivitas suatu bangsa meningkat pesat.

Tetapi, subsidi di bidang transportasi tidak harus via BBM. Bisa dengan penyediaan fasilitas transportasi umum yang handal dan terjangkau. Sebagai contoh, Jabodetabek memiliki KRL, Bus dan angkutan air (khusus di bagian utara). Salah satu keluhan pengguna yang mendominasi dunia maya adalah ketepatan waktu, kehandalan fasilitas serta kenyamanan. Mungkin saja, BBM di wilayah Jabodetabek dinaikkan sampai pada level tertentu, dan dialihkan ke pengadaan serta perawatan dan operasional fasilitas transportasi tersebut.

Berbicara mengenai arti gridlock secara politik yang dihubungkan dengan rapat pengesahan APBN-P tadi malam, banyak sekali kelucuan dan kemirisan yang menyertai. Dimulai dari celetukan anggota DPR yang mencoba eksis saat penyampaian pendapat hingga penentuan keputusan via voting. Hingga berujung celetukan Ketua DPR, Marzuki Alie, yang “mengancam” akan mencabut DCS (Daftar Calon Sementara) dari partainya jika “mbalelo” dari keputusan partai saat voting berlangsung. Ancaman cabut DCS ini memiliki kadar seperti ancaman recall via penggantian antar waktu seperti yang dialami oleh Lily Wahid dan Gus Choi dari PKB. Di jaman orde baru pun, ada Sri Bintang Pamungkas yang menghadapi tantangan serupa.

Di sidang paripurna tadi malam, celetukan yang menarik saat nama Anas dan ARB disebut-sebut. 

Sebenarnya banyak argumen dan solusi yang masuk akal dari kedua belah pihak pendukung maupun penolak kenaikan harga BBM subsidi. Perlu dicari keberanian untuk memilih titik komprominya. Toh hidup harus terus berjalan dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

 

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s