Handry Satriago on Mistake & Fail

Dalam belajar sudah pasti ada kesalahan dan kegagalan yang kita dapat. Belajar dari kesalahan dan kegagalan orang lain, tentu akan mengurangi penghambat pergerakan dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan. Kali ini Handry menuturkan beberapa kesalahan dan kegagalan yang beliau alami selama bekerja di GE.

 

1. Menunaikan janji kultwit tentang mistakes and failures that I made before, and i learned from it.. #MisFail

2. #MisFail ini difokuskan dalam pengalaman saya bekerja…mistakes n failure lain, biarlah jadi rahasia! haha!

3. One of my #MisFail adalah ketika berpikir bahwa bekerja itu harus nunggu diajari oleh boss agar bisa kerja bagus..

4. Padahal untuk bisa perform bagus, it is our own responsibility to learn…. #MisFail

5. Pertama kerja di GE, my boss malah tak mengajarkan apa2…dia menunggu apa yg sy akan lakukan utk mengembangkan diri saya.#MisFail

6. Ketika saya tanya apa yg harus saya lakukan, dia jawab, “make your first mistake, and learn from it” #MisFail

7. Sy bete saat dengar itu..”mistake apa?” pikir saya..wong apa yg harus dikerjain aja ga jelas..Tnyta nunggu diajarin itu lah #MisFailnya!

8. we’ve got to “control our destiny” kata Jack Welch…jangan menunggu untuk diajarin…lead yourself to get more knowledge#MisFail

9. Since that time, I always have my principle bahwa my glass is just half full…need to fill more..learn more…#MisFail

10. Another mistake adalah ketika saya tak suka ada anak baru yg lebih muda di dalam team saya. Saya merasa ini anak bau kencur.#MisFail

11. saya merasa lebih tau, lebih experience, lebih senior, lebih punya relasi dari anak baru itu . Big mistake! #MisFail

12. Esensi dari teamwork adalah bekerja bersama..bukan menunjukkan siapa yg lebih unggul. #MisFail

13. I learned bahwa teamworking adalah proses belajar bersama, from all sources, terutama from the team itself. #MisFail

14. Anak baru yg saya remehkan itu, tnyta cara berpikirnya hebat. Then I learned bhw knowing various perspektif will enrich you.#MisFail

15. Perkara setuju atau tidak, itu urusan argumentasi dan saling influence. Tapi perlu punya prinsip mau mendengarkan org lain#MisFail

16. The time kita mulai meremehkan orang lain, the time we start to block ourselves to learn. #MisFail

17. Lalu saya mikir “Lah, kalo semuanya hasil team, kapan saya dikenal orang, dan kapan saya naik pangkat?” another big mistake!#MisFail

18. If you are diamond, you job is shining…Diamond itu ditemukan, tak perlu teriak2 agar ditemukan. #MisFail

19. I learned bahwa bekerja baik dalam teamwork adalah pembedanya. Yg terbaik adalah yang paling inclusive. #MisFail

20. Lalu saya bikin big failure ketika menjadi “fast tracker”. Feels like the world is on my hand at that time. #MisFail

21. Kejumawaan itu ternyata mudah sekali hadir…tak diniatkan pun dia hadir. Our job thd jumawa adalah memblock nya. #MisFail

22. Saya tak punya niat jd jumawa waktu jd fast tracker…tapi tak niat juga untuk memblock diri agar jangan sampai jd jumawa. #MisFail

23. I learned in a hard way ttg kelupaan listening to others, learning, dan memiliki wawasan kearifan saat jd fast tracker. #MisFail

24. Wawasan kearifan…hal yg ditumbuhkan dgn mengetahui bhw people r different, bhw banyak cara & perspektif utk melihat sesuatu.#MisFail

25. Fast tracker, akan terus meroket kl tak cepat jd puas, kl sadar bhw being a fast tracker is just another learning process. #MisFail

26. Hah…cape ternyata hari ini…besok disambung lagi #MisFail nya…

27. Eng Ing eeng…lanjut #MisFail aah…masih banyak yg mau diceritain nih

28. I made a failure ketika mencoba “Menjual” ide saya to my boss. Sy sdh siapkan scr detail, tnyta dia dgn cepat menolak. #MisFail

29. Lama sy tak mengerti, knp Ide yg sy siapkan dgn sngt detail itu cepat ditolak. Tnyta it is about how to present it. #MisFail

30. Not everybody has all the time in the world to listen to us scr detail. They can listen, but thier time is also limited. #MisFail

31. Oleh karena itu, dalam mengajukan rencana, pendapat, ide, perlu di”Strategi”kan cara ngomongnya. #MisFail

32. Sejak gagal itu, saya diajari cara menyampaikan pikiran dgn Four Blocker. Satu slide dibagi 4 kotak. Tak boleh lebih. #MisFail

33. Juga diajari cara Elevator Speech. Sampaikan ide secara urut dan cepat dalam seperjalanan lift. #MisFail

34. Inti dari penyampaian ide adalah struktur pemikiran. What, Why, dan How. I think this is the basic nya. #MisFail

35. Sejak itu pula saya nggak mau nggak pake latihan setiap kali mau sampaikan ide. Bener2x latihan di dpn kaca. #MisFail

36. Logika berpikir yg urut, latihan penyampaian, dan KISS (keep it simple, stupid!) adlh pelajaran berharga buat saya #MisFail

37. Lalu ada kegagalan “Jualan produk”. Sudah bagus2 di awal, eeh, salesnya terus turun dgn cepat. Padahal 4P sdh dipakai. #MisFail

38. Ternyata saya salah menerjemahkan apa yg customer inginkan. Seringkali kita merasa we know everything about our customer.#MisFail

39. You need more then just “Have a relationship” with your customers. You need to “engage” with them. #MisFail

40. Customer needs and wants itu berubah2…by engaging with them, kita bisa mengikuti iramanya. #MisFail

41. Suatu hari sy jumpa dgn customer tanpa persiapan apa2. Sy pikir sy sdh tahu semua. Mistake! never being unprepared in business.#MisFail

42. Jangan pernah menganggap remeh suatu pekerjaan, atau merasa sdh tahu semua sehingga tak mempersiapkan diri. #MisFail

43. Sy jg pernah meremehkan komplain customer, krn sy kenal baik dgn mrk. No no! complaint is a complaint. Hrs ditanggapi serius.#MisFail

44. Sy jg pernah meremehkan complaint krn dtg bukan dari top level customer. No No! Customer is customer. Tak peduli level mrk.#MisFail

45. My learning about customer: respect them, help them grow, and they will make us grow too. #MisFail

46. Karir sy prnah mandeg bbrp tahun krn sy hanya peduli thd atasan sy, dan tak peduli dgn org2 dari organisasi & fungsi lain.#MisFail

47. Then I realized, bahwa we need to be nice and respect semua org. Krn roda selalu berputar dan karir ditentukan oleh banyak org.#MisFail

48. Satu input jelek thd kita dari org lain cukup untuk membuat kita mandeg dalam karir. Walaupun org tsb bukan dari team kita. #MisFail

49. Yg tadinya bawahan kita, ataupun peers kita, suatu saat bs jd org yg di atas kita. Tak guna jd “blagu” ketika kita sdg di atas. #MisFail

50. You need to build your “identity” dlm bekerja. “Identity” yg merupakan value kita, yg tak hanya diketahui oleh atasan. #MisFail

51. Resourceful (pnya expertise dan tak segan berbagi), Inclusive (bs kerjasama w anybody), dsb adlh “identity” yg perlu dibangun.

52. Byk lg “identity” lainnya. Tentu tak semuanya kita bisa excell, tapi sekurangnya ada yg bisa menjadi ciri kita diakui oleh org. #MisFail

53. “Oh, si Anu itu, adlh quick learner dan tak segan learn dari siapa saja”. That kind of comments yg anda butuhkan. #MisFail

54. Kalau commentnya gini “Hmm..si X itu pintar sebenernya, tapi tak bisa work as a team”. Nah, ini ribet..org pintar banyak! #MisFail

55. Bangunlah “identity” yg mengarah banyak ke values yg diprioritaskan oleh perusahaan anda. #MisFail

56. Biasanya, “identity” yg berhubungan dgn learning, teamworking, expertise, customer focus, humble…works well in general! #MisFail

57. Strategikan “identity” ini. Ada values umum yg harus dimiliki, dan ada values khusus yg perlu bangun agar menjadi “identity”. #MisFail

58. Another mistakes that I made adalah ketika sy merasa bahwa untuk bisa menonjol, saya harus bicara banyak dan sering. #MisFail

59. Helloooo! exposure itu penting. Tp yg dilihat & diingat org adlh content dr yg anda bicarakan. Bukan sering dan banyaknya. #MisFail

60. Sejak itu sy terus belajar utk bs menajamkan apa yg saya ingin sampaikan. Right to the point, and valuable opinion. #MisFail

61 Baru kemudian sy ngerti, knp my boss always ask “what do you want to say? what is your points?” Tnyta, omongan sy ga ada isinya!#MisFail

62. You need to have exposure untuk dpt move up, but make sure you have the capability when you are exposed. #MisFail

63. Dalam berkarir, ada momen2x tertentu yg memang “tersedia” utk kita dpt move up. Salah satunya adl momen ketika terjadi krisis.#MisFail

64. Saya bbrp kali gagal memanfaatkan momen krisis ini krn sy takut ambil posisi sbg leader. Sy nunggu aja smp diberi petunjuk. #MisFail

65. Padahal, ketika krisis, dibutuhkan inisiatif dan keberanian utk menyampaikan dan menjalankan ide. #MisFail

66. Momen krisis adalah proses seleksi yg bagus antara seseorang bisa jadi leader atau just a doer. #MisFail

67. Org2 yg tampil, proaktif, siap memimpin di saat kiris, adalah org2x yg jd leader. Para penunggu perintah dan takut2 adl doers. #MisFail

68. Sy belajar dari kegagalan menggunakan momentum ini, dgn cara selalu mempersiapkan diri utk menghadapi situasi apapun. #MisFail

69. Karena leadership adalah proses yg selalu melibatkan leaders, followers, dan situation. #MisFail

70. Pernah satu masa di awal2 kerja, sy kejangkitan penyakit ingin buru2 dpt posisi bagus, sehingga ingin lompat ke sana ke mari.#MisFail

71. Hah! kutu loncat kata teman2 dari HR. “Apa salahnya?” saya pikir. Well, salahnya adl kalau cepat ngerasa sdh jago. #MisFail

72. Dulu tuh, sy pikir, sy udh kerja 3 th, di multinasional co., sdh bisa nih jd boss di tempat lain. Biar gajinya jg tambah gede. #MisFail

73. Lalu sudah ada headhunter yg kontak2x…wah serasa jd org paling dibutuhkan dan jago nih! salah banget! #MisFail

74. Headhunter itu memang kerjaannya memburu talent. Ga ada yg salah dari mrk. Kitanya yg jangan cepet ke GeEr an. #MisFail

75. Karir tuh ya, kalo berdasar pengalaman saya sih, dibangun berdasarkan kompetensi diri. Ukur dl sdh seberapa bnyk learningnya.#MisFail

76. Jangan buru2x pindah kalau cuma alasannya adalah “kali2x dpt posisi yg lebih bagus dan gaji lebih gede”. #MisFail

77. Bnyk para “kutu loncat” yg kemudian tak bisa lg diterima di mana2x. Krn employer jd tak yakin dgn loyalitas dan capabilitasnya.#MisFail

78. Learning, learning, learning! that’s always the key…how much do you learn to become “expert” in your position and your work?#MisFail

79. Jangan baru dpt award atau berhasil di satu dua proyek saja, trus”waktuku untuk pindah sdh tiba..ada yg mau bayar mahal nih”.#MisFail

80. Saat ini, leader yg dibutuhkan adalah yg punya “depth”. Makanya Headhunter yg reputable jg ga sembarangan nawarin kerjaan kan?#MisFail

81. Pindah perusahaan tentunya sah2 saja. Make sure dulu bahwa kita memang sdh punya expertise dan capability. #MisFail

82. Lain cerita kalau kita sdh tak bisa lg belajar atau berkembang di perusahaan skrg. Ini push factor. Totally different game. #MisFail

83. Kalau saya lg nyari orang nih, perkara “kutu loncat” itu jd pertimbangan bngt. Kl tiap 1 – 2 th pindah company, sy khawatir.

84. Pengalaman sy, pengalaman saya loo..belum tentu bs digeneralisasi. “Job Hopper” itu biasanya gampang puas dgn achievement mrk. #MisFail

85. Nah, those all the stories of my mistakes and failures yg bisa saya bagi dulu…semoga ada gunanya! cheers! #MisFail

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s