Riri Riza dan Bumi Manusia

Baru tadi malam saya selesai membaca buku Bumi Manusia.Satu diantara  tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer yang sudah diterjemahkan kedalam 34 bahasa.

Mungkin masih ada hubungannya, pagi ini saya membaca beberapa “kicauan” Riri Riza tentang rencananya membuat film Bumi Manusia di Ubud Writer Festival pada 11 Oktober lalu.

 

Saya mau bagi catatan diskusi “WHO’S AFRAID of PRAMOEDYA?” di Ubud #UWRF12 kemarin. Berseri ya 🙂

1. Pembicara Max Lane adalah penerjemah bhs Inggris buku2 Pram. Termasuk Tetralogi Buru, Arok Dedes dan Mangir.

2. Iswadi Pratama adalah sutradara dari Teater Satu Lampung

3. Nah, saya diundang bicara karena akan membuat novel Pramoedya Bumi Manusia dalam Film.

4. Max : Menyesalkan bahwa sastra klasik tdk menjadi bagian dari pendidikan anak2 di Indonesia, kecuali mungkin di sekolah international

5. Max : Buku Pram ditakuti selain karena “siapa” Pramoedya – tapi juga karena tidak ada visi dalam dunia pendidikan Indonesia

6.Max : Bumi Manusia-Pramoedya ditulis di pengasingan Buru, diketik dengan margin padat kiri kanan atas bawah, nyaris tanpa koreksi.

7. Max : di Indonesia – bahkan penyair/aktivis pun tidak protes ke negara kalau sastra klasik tidak diajarkan di sekolah negeri-hari ini.

8. Mungkin benar, kita harus-nya bisa bikin kampanye medsos#SaveIndonesianChild-makethemreadClassic 🙂

9.Iswadi Pratama prihatin : Indonesia me’lompat’ dari masyarakat pre-literate ke post-literate, tidak pernah literate. Tidak membaca!

10. Namun kata Iswadi, Pramoedya masih beruntung dikenal publik, banyak penulis yang harus eksil di luar negeri tidak pernah bisa kembali

11. Iswadi : Utuy Tatang Sontani, Agam Wispi diantaranya meninggal dalam pengasingan & karyanya tenggelam dalam stigma penulis Lekra PKI

12. Pramoedya Ananta Toer sempat disanjung oleh generasi muda kita secara terbuka – semacam selebriti kiri 🙂 saya setuju!

13. Miles films telah 2 tahun men-develope skenario Bumi Manusia dan mempersiapkan produksinya – Dua Tahun !

14. Jika film terakhir saya yang rilis periodenya adalah tahun 1970’an, berbiaya 12 miliar rupiah…

15. Maka film Bumi Manusia yang berperiode 1890’an setidaknya akan berbiaya 20-25 miliar rupiah

16. Sejak 2009 hingga hari ini Miles Films belum berhasil mendapatkan investor serius untuk film Bumi Manusia

17.Sempat terpikir kalau investor lah yang takut dengan Bumi Manusia,”It’s money whose afraid of Pramoedya” says our friend@suzyhut 🙂

18.Tapi bisa jadi juga, banyak orang yang masih takut jika pemikiran dan gagasan Pramoedya diterjemahkan menjadi film

19. Pemikiran gagasan Pramoedya Bumi Manusia hari ini telah diterjemahkan dan diterbitkan dlm lebih dari 32 bahasa di berbagai negara

20. Lewat Film – gagasan Pramoedya akan mencapai jutaan peminat budaya pop di Indonesia, serta mungkin jutaan penonton di seluruh dunia.

21. Bukan congkak, tapi film saya dari novel Andrea Hirata ditonton 4,6 juta orang di bioskop & bisa jadi jutaan lain melalui dvd & tivi☺

22. Sukses itu mungkin saja berulang kalau saya membuat Bumi Manusia. Nah, siapa yang ‘keder’ kalau Pramoedya ditonton oleh jutaan orang?

23. Nah, “Whos afraid of Pramoedya?”, lewat film Pramoedya mungkin menjadi bagian penting dari sejarah budaya pop Indonesia

24. Mungkin, yg paling ditakutkan adalah jika media seperti FILM mempopulerkannya melalui bioskop, televisi, dvd seterusnya…

25. Dalam Indonesia yang post literate, film menjangkau publik luas – sadly : buku tidak.

26. Bumi Manusia adalah cerita cinta&pengorbanan – memikat dengan karakter yang kuat & menginspirasi – ciah! Kalau jadi film saya loo ☺

27. Pramoedya : Bumi Manusia tidak akan jadi propaganda komunis atau sosialis ala Indonesia – Kalau jadi film saya ☺

27.So – ‘Who’s afraid of Pramoedya?’ “Time” in my opinion! Selesai 🙂

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s