Rumah Apung

Masih dari koleksi pribadi. Kali ini yang akan tampil adalah deretan rumah apung dibeberapa bagian dari sungai Barito.

rumah apung. sumber: koleksi pribadi

Melihat foto di atas, rumah apung tersebut memang dijadikan sebagai rumah tinggal permanen. Dalam arti, kegiatan sehari-hari dilakukan di dalam rumah tersebut. Memang jika dilihat sekilas populasi rumah apung sudha tidak terlampau banyak. Sebagian sudah difungsikan sebagai tempat menambatkan perahu mereka. Sudah banyak penduduk yang memindahkan rumahnya ke daratan, tidak jauh dari sungai.

Belum terbayang bagaimana rasanya hidup dengan aliran sungai di bawah rumah. Rumah apung ini bersifat dinamis terhadap ketinggian sungai. Jadi jika ada perubahan ketinggian permukaan air, rumah apung ini akan berusaha beradapatasi dengan perubahan yang ada. Entah jika perubahannya diluar toleransi elastisitas pergerakan struktur rumah.

Kalau di kampung halaman ayah saya, Nanga Ela, Kabupaten Sintang, rata-rata penduduk di sepanjang DAS anak sungai Kapuas menjadikan rumah apung ini sebagai sarana MCK darurat di kala sungai menyurut. Terutama di musim kemarau. Selain itu, perahu juga ditambatkan di rumah apung ini. Hanya saja mesin tempel kapal selalu dibawa naik ke rumah di daratan. Maklum supaya tidak memberikan kesempatan atau memunculkan niat jahat dari orang-orang iseng.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s