Tentang Donor Darah

20 Juli 2010. Tanggal yang tertera didalam kartu peserta donor darah itu menunjukkan betapa lamanya saya tidak melaksanakan kegiatan donor. Kartu donor itupun juga baru saya temukan beberapa hari belakangan. Terhimpit tumpukan buku yang belum selesai dibaca.

Rasanya, sudah begitu banyak tulisan yang memaparkan kebaikan dari kegiatan donor darah ini. Ada baiknya jika saya tuliskan ulang tiga keutamaan donor darah ini:

1. Menolong orang lain yang membutuhkan transfusi darah tambahan.

2. Cek kesehatan darah gratis.

3. Merangsang produksi sel darah merah baru.

Saat cek kesehatan beberapa waktu yang lalu, petugas yang memeriksa saya juga menganjurkan untuk mengaktifkan kembali kegiatan donor darah tersebut. Mengingat pada bulan puasa lalu, di Jakarta saja sempat terjadi krisis stok darah di PMI. entah di daerah-daerah lain, yang jumlah pendonornya lebih sedikit daripada Jakarta. Selain itu, secara tidak sengaja saya menemukan komentar di salah satu forum yang cukup menggelikan dan memotivasi tetapi tetap perlu dicek kebenarannya.

Tahu kenapa wanita lebih panjang usianya ketimbang pria? Karena wanita rutin “mendonorkan” darahnya setiap bulan. Jadi produksi darah segarnya lebihbanyak ketimbang kaum pria.

Dari hasil pencarian di internet, PMI Kramat unit transfusi darah buka 24 jam sehari selama sepekan. Lokasinya sendiri tidak jauh dari halte busway Pal Putih. Tepat di seberang rumah sakit Kramat-128 dan di samping masjid Dewan Dakwah.

Sesampainya di lobi, peserta donor langsung dipersilakan untuk mengisi formulir yang tersedia di meja sebelah kanan pintu masuk. Selain data pribadi, kondisi kesehatan, ada jenis donor yang harus diisi. Sukarela, khusus atau langsung.

Selesai mengisi formulir tersebut, pendonor dapat menyerahkannya ke petugas di ruang sebelah kiri pintu masuk. Menunggu beberapa saat, akan ada petugas yang memanggil untuk cek kadar Hb dan berat badan. Seingat saya berat badan minimal untuk donor adalah 42 kilogram. Saya? Lebih dari angka tersebut hehe…

Jika lolos verifikasi berat badan dan kadar Hb, pendonor diminta bergerak ke ruang belakang untuk menunggu panggilan dari ruang transfusi. Sebelum transfusi, pendonor akan dicek tekanan darahnya. Sekilas terlihat data pendonor di layar petugas tersebut. Rhesus positif, bebas cekal dan opsi Apheresis dicentang.

Beres dari klarifikasi tersebut, pendonor akan diminta menunggu di dekat ranjang tenpat pengambilan darah. Saya juga baru tahu, sebelum diambil darah, pendonor diminta mencuci lengannya terlebih dahulu.

Proses pengambilan darahnya sendiri bisa berlangsung sekitar 15-30 menit, tergantung jumlah darah yang akan diambil dan kecepatan aliran darahnya juga.

Efeknya lumayan terasa, tubuh terasa lebih ringan. Mungkin tidak jauh berbeda dengan kondisi setelah dibekam ya. Entah, saya belum pernah dibekam.

Jadi, kalau ada kesempatan dan kondisi tubuh memungkinkan, saya turut menganjurkan supaya pembaca bergabung dalam barisan donor darah. Selain itu, ada cara lain untuk mendukung PMI, yang sedang dibuat RUU Lambangnya, dengan memberikan donasi ke rekeningnya ada di situsnya. Atau petugas yang berjaga di titik2 keramaian tertentu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s