Mattirotasi

Terdiri dari gabungan 2 kata Mattiro dan Tasi. Dalam bahasa Bugis, Mattiro berarti melihat atau memandang. Sedangkan Tasi memiliki arti laut. Jika digabung menjadi “melihat laut”. Suatu kata yang dapat diidentikkan dengan pantai, tempat untuk melihat laut. Meskipun, anda bisa melihat laut dari tempat lain, bukit misalkan.

Di Pare-Pare, Mattirotasi merupakan suatu kawasan pantai di sekitar pelabuhan Pare-Pare. Salah satu kawasan berkumpulnya masyarakat Pare-Pare di hari libur. Selain lapangan yang terletaj di pusat kota. Cukup banyak pilihan menu kuliner baik kelas cemilan maupun makanan berat di sepanjang kawasan Mattirotasi. Di ujung jalan Mattirotasi, terdapat sebuah rumah makan yang bernama sama dengan jalan tersebut. Menu ikannya cukup menarik, meskipun variasinya tidak sebanyak rumah makan Sartika.

Di Sartika, cukup banyak jenis ikan yang sepertinya belum pernah saya temui di Jakarta. Pernah dengan ikan Cepa? Selain itu saya baru tahu bahwa ikan Bolu adalah nama lain dari ikan Bandeng.

Sebagai kaum pelaut, wajar jika banyak menu olahan dari ikan laut yang menarik untuk dieksplorasi di Sulawesi ini. Salah satu rekomendasi adalah rumah makan di jalan Racing, Makassar. Ulasan detilnya akan ditampilkan menyusul.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s