Menyusuri Poros Makassar – Pare-Pare

Beberapa waktu lalu, atas nama dinas luar, saya kembali menyusuri jalan poros ini. Entah statusnya sebagai jalan Negara atau provinsi, tetapi hamper setahun perbaikan jalan lebih dari 200 km ini belum rampung juga. Memang sebagian besar ruas sudah memasuki level baik tetapi buruknya koordinasi antar pemborong memaksa setiap pengemudi di jalur ini mengeluarkan keahlian slalomnya.

Bayangkan saja, baru berjalan dengan kecepatan di atas 50 km/jam, anda sudah dihadapkan dengan ujung jalan beton /aspal yang curam. Atau ada sisi jalan yang belum dapat dipergunakan sehingga muncul beberapa ruas dengan konsep contra flow seperti di Jakarta.

Situasi yang sangat berbahaya terutama di malam hari. Karena masih banyak jalanan yang belum dilengkapi penerangan berupa PJU ( Penerangan Jalan Umum). Sehingga pengemudi hanya mengandalkan cahaya dari lampu kendaraannya dan lampu kendaraan di hadapannya. Semoga saja masalah ini terselesaikan dengan mulai masuknya beberapa PLTU di Sulawesi Selatan.

Don’t Stop Komandan

Seperti halnya Jakarta, Sulawesi Selatan akan melakukan perhelatan PilGub tahun ini. Ada beberapa nama yang muncul, sementara ini kompetisi meruncing pada 2 nama. Syahril Yasin LImpo, sang pentahana yang juga diperebutkan oleh beberapa nama lainnya. Serta Iham Arief Sirajuddin, Walikota Makassar saat ini.

Nama SYL hampir muncul di sepanjang jalan poros ini. Memang kemunculannya beragam termasuk dengan calon pendampingnya. Yang jelas slogan Don’t Stop Komandan kerap muncul dan dipergunakan oleh mayoritas pendukungnya. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s