Sulawesi Yang Berlari Kencang

Siang ini saya membaca salah satu artikel Dahlan Iskan tentang industri semen di sini. Menarik karena DIS menyoroti sepak terjang Semen Gresik grup yang akan ekspansi ke luar negeri. Memang menarik melihat langkah ekspansi yang di ambil BUMN ini. Di saat Siam Cement mengambil posisi untuk masuk ke industri bahan bangunan nasional, SG berusaha meletakkan salah satu kakinya ke pasar luar negeri.

Ada beberapa keuntungan ekspansi ke luar negeri. Selain pertimbangan untuk menjaga aliran dana tetap mengucur, ekspansi bisa diarahkan untuk meningkatkan moril anggota perusahaan untuk mencapai visi sebagai pemain kelas dunia.

Selain Tonasa, terdapat pula semen Bosowa di Sulawesi. Jika anda berjalan melalui jalan poros Makassar – Pare-Pare, pasti akan melewati kedua pabrik ini. Bahan baku kapur sangat melimpah. Saya sudah menyaksikannya baik melalui jalur darat maupun udara. Jika dilihat dari darat, perbukitan kapur ini sangat bagus jika dibuat sebagai latar belakang film perang dengan pesawat capung yang berseliweran. Mumpung belum habis bukit kapurnya.

Dengan adanya Tonasa dan Bosowa ini, ditambah semen Kupang yang sedang mencoba bangkit, seharusnya harga bahan bangunan terutama semen di daerah Indonesia bagian timur tidak menggila lagi. Bahkan sempat ada keinginan untuk mendirikan pabrik semen di Papua mengingat kandungan batu kapur yang besar di salah satu wilayahnya.

Sulawesi memang kaya akan kandungan bahan tambang selain hasil perkebunan. Di sekolah dasar, saya diajarkan bahwa di Soroako terkenal akan kandungan Nikel yang melimpah. Di SMA saya baru tahu yang mengelola sumber daya nikel tersebut adalah PT Inco. Dan saat kuliah saya baru sadar bahwa industri Nikel di Soroako itu mendapatkan listriknya dari bendungan sekitar danau Matano. Selain Diesel, PLTA memiliki karakteristik yang baik untuk menangani lonjakan beban peleburan Nikel.

Saat kuliah pula, saya tahu bahwa Antam juga memiliki peleburan nikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Peleburan ini sudah berdiri sejak tahun 1970an, dan saat ini sudah memiliki 3 unit peleburan untuk menghasilkan FeNi ( Ferro Nikel). Beberapa waktu yang lalu, Antam Pomalaa telah menyelesaikan retrofit atau optimasi unit peleburan 2 mereka. Dan rencananya dalam waktu dekat akan dilanjutkan dengan optimasi pada unit peleburan 1. Tampaknya Antam juga sedang berpacu untuk menjadi tuan di rumah sendiri.

Di Pomalaa, selain Antam, Inco juga memiliki wilayah pertambangan Nikel. Sedangkan Antam memiliki wilayah pertambangan di kabupaten Konawe Utara yang sempat bersengketa dengan pemda setempat. Pemain nikel lainnya adalah Bosowa Mining yang berlokasi di Konawe dan Konawe Utara. Menghadapi Permen ESDM No.7 2012 tentang larangan ekspor bahan mentah, Bosowa Mining telah mempersiapkan unit peleburan nikelnya senilai 200 Juta US$.

Ada bajak laut di Afrika

Tentu masih ingat pembajakan kapal oleh bajak laut Somalia beberapa waktu yang lalu. Kapal itulah yang mengangkut produk FeNi Pomalaa. Rencananya produk tersebut akan dikirim ke Eropa. Selain ke Eropa, Antam juga mengirim ke Cina dan Jepang. Terkadang Nikel Ore juga dikirim sesuai pesanan pembeli. Tantangannya pun tidak mudah. Badai di Laut Cina Selatan mampu mengubah Nikel Ore menjadi tanah yang menyerupai jelly sehingga melekat pada salah satu sisi kapal dan mengubah keseimbangan kapal pengangkut tersebut. Beberapa kali terdengar kapal pengangkut nikel ore tenggelam dalam hitungan menit.

Jika DIS melihat antrian kapal yang hendak mengangkut semen ke luar pabrik Tonasa, maka di Pomalaa saya bisa menyaksikan antrian kapal untuk mengangkut tanah air yang mengandung nikel. Sempat menyurut pada akhir tahun ekspor tanah mentah nikel ore ini, tetapi kembali bangkit menyusul rencana pelaksanaan larangan ekspor bahan mentah di atas.

Antam Pomalaa sendiri berniat menambah PLTU 2×25 MW dan pengalihan bahan bakar dari MFO ke Gas. Tentu telah diperhitungkan suplai bahan bakarnya sendiri. Yang jelas keputusan Antam untuk meningkatkan produksi di Pomalaa memperlihatkan keseriusan mereka dalam membangun portfolio produk tambang nasional.

Gas yang diperebutkan

Rupanya Sulawesi kaya akan kandungan gas alam. Selain Donggi-Senoro yang sedang ditunggu hasilnya, Sengkang, masih di Sulawesi Selatan, memiliki sumber gas yang sedang ditawar oleh beberapa IPP di Sulawesi. Salah seorang klien sedang pusing mencari sumber gas untuk menggantikan suplai MFO yang memutar PLTD nya. Harga MFO yang beranjak naik membuat PLTD nya mendapat prioritas pembelian yang rendah dari PLN.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s