Tanpa Macet

Setiap kali mendengar kata macet, hampir pasti diasosiasikan dengan kondisi jalan raya yang nyaris tidak bergerak. Dan Jakarta sekitarnya selalu identik dengan kemacetan. Seorang kawan pernah bercerita tentang 2 usulan untuk mengurangi kemacetan.

1. Membangun pemukiman secara vertikal. Baik itu rusun maupun apartemen. Solusi ini terbilang berhasil di beberapa negara dengan luas wilayah terbatas dan kepadatan penduduk yang tinggi.

2. Mengembangkan transportasi publik / masal yang mumpuni.  Mumpuni dapat diartikan sebagai sistem transportasi yang terkoneksi dengan baik dan jumlah moda transportasi yang mencukupi untuk melayani sekian banyak jumlah penduduk Jakarta. Memang lebih baik menambah armada Trans Jakarta ketimbang memasang portal atau meninggikan pembatas jalur Trans Jakarta. Toh, dengan armada yang banyak dan memadati jalur TJ akan mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang melewati jalur TJ tersebut.

Awal kerja di kawasan Bekasi / Cikarang, saya sering terheran-heran dengan determinasi penduduk kawasan luar Jakarta dalam menghadapi kemacetan di tol Halim. Setiap pagi. Lambat laun, saya pun mengalaminya. Ternyata logika berangkat dan pulang kerja melawan arus pun tidak berguna di saat pertumbuhan kendaraan yang sangat pesat seperti malam ini. Sama saja.

.: 3,5 jam lebih dari Cikarang menuju Cawang :. Tidak diperlukan demo buruh untuk memacetkan tol Cikampek ini.

7 Comments

  1. Wah do, kamu belum jadi orang Jakarta seutuhnya kalo kamu masih menyamaratakan macet. Tahapannya lancar – ramai lancar – padat merayap – padat merayap tanpa harapan a.k.a macet😀
    Mengenai solusi kemacetan, kalo menurut saya akar permasalahannya adalah sentralisasi pembangunan. Kalau pembangunan merata, orang daerah tidak akan berbondong-bondong ke Jakarta mencari penghidupan. Tapi tidak termasuk saya ya, saya mah gak mau di medan karena enek. Hehehe

    1. Bagi saya macet itu kalau sudah terpaksa untuk browsing via hape. Jakarta memang harus dibikin jenuh sehingga penduduk memilih untuk menjauh. kayaknya masih perlu waktu lama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s