Sherlock Holmes 2: A Game of Shadow

sumber: movies.sky.com

Membuat tafsiran yang sedikit berbeda terhadap film yang diangkat dari novel, menjadi pilihan terbaik seorang sutradara.

Hal itu yang diambil seorang Guy Ritchie dalam menggarap sekuel Sherlock Holmes. Sepertinya dia tidak ingin kerepotan menghadapi protes penggemar karya Sir Arthur Conan Doyle ini. Seingat saya Sir Conan, belum pernah menceritakan adegan di klub perkelahian dalam kisah-kisah Sherlock.

Seorang kawan bercerita, Guy Ritchie mempunyai hobi membaca kelas berat. Selain itu, dia juga tergabung dalam “Fight Club” seperti yang dilakukan oleh Sherlock Holmes. Tautan referensi dari hobinya ini memang belum saya temukan. Tetapi, wajar jika Guy Ritchie sangat terbawa dalam menggarap sekuel Sherlock ini.

Jika anda ingin melihat Sherlock yang senada dengan novel aslinya, ada serialnya yang cukup Inggris. Saya pernah melihatnya di Inflight Entertainment nya Garuda. Cukup menarik walaupun terbawa suasana modern saat ini.

Dari sisi ide cerita, tidak terlampau jauh berbeda dengan edisi pertamanya. Masih mengisahkan awetnya pertarungan Sherlock dengan Prof. James Moriarty. Prof.James sendiri adalah jenius matematika yang memiliki ambisi berbeda dengan Sherlock.

Yang jelas, jangan pernah menganggap remeh petunjuk yang dimunculkan di layar bioskop. Karena petunjuk-petunjuk tersebut akan memberi kejutan di kemudian waktu. Bagaimana seorang Sherlock harus menyelamatkan sahabatnya, Watson dan sang istri dengan ketepatan perhitungan waktu yang tepat. Bagaimana Sherlock dapat menyelamatkan diri saat melompat ke air terjun yang tinggi dan sangat dingin. Maklum sedang di Swiss. Tentu seru jika tahu cara seorang  Sherlock men-skak mat secara finansial seorang Prof. James Moriarty di akhir cerita😀. Penasaran? Anda akan bisa menebak jika mampu menghubungkan petunjuk yang ada di setiap adegan yang ada.

Seru dan menghibur adalah 2 kata yang sering saya pakai untuk menilai film seperti Sherlock 2 ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s