Dari Kennedy ke Sinetron

– Ambition is not a vice of little people. – Kutipan dari seorang Michel de Montaigne, seorang penulis sekaligus negarawan di jaman Renaissance.

Sangat menggambarkan kondisi keluarga Kennedy, yang sangat populer di Amerika. Hal tersebut terlihat didalam mini seri Kennedy yang sudah masuk didalam daftar inflight entertainment Garuda bulan Desember ini. Joseph Kennedy Sr, berambisi untuk membawa anggota keluarganya menjadi orang nomor satu di negeri itu. Meski dihadapkan pada fakta bahwa keluarga mereka adalah keturunan Irlandia dan Katolik.

Joseph Kennedy Sr, sendiri harus mengubur impiannya menjadi orang nomor satu saat dia menjabat sebagai Dubes untuk Inggris. Harapannya jatuh ke putra sulungnya, Joseph Kennedy Jr, yang akhirnya tewas saat penugasan sebagai pilot. Estafet ambisi akhirnya berpindah ke John F Kennedy, sang putra kedua. Yang dibantu oleh adiknya, Bobby yang sangat berperan dalam kampanye.

JFK awalnya sangat gugup dalam meraih dukungan saat pencalonan dirinya sebagai senator sebelum akhirnya mencalonkan diri sebagai presiden. Tetapi dia menemukan momen kebangkitannya saat berbicara di depan perkumpulan ibu para tentara yang gugur di perang dunia.

Baru 2 seri yang saya tonton dari 5 seri yang tersedia. Sepertinya seru juga jika genre sinetron di Indonesia mengangkat tema-tema yang tidak mencederai intelejensia bangsa Indonesia.

Bicara soal sinetron, saya teringat dengan pengalaman saat melihat tayangan “sinetron” di saluran TV India, Zing. Di salah satu adegannya, teknik pengambilan gambar dengan zoom selama beberapa saat dan menyorot ke hampir semua pemeran yang ada mengingatkan dengan teknik gambar yang lazim di sinetron. Entah kenapa hal tersebut bisa terjadi. Meskipun sintron tersebut digawangi oleh produser dengan cita rasa India, tetapi yang menggarap adalah sutradara lokal. Oke lah kalau temanya tidak bercitarasa lokal, minimal tekniknya jangan terlampau mirip. Atau sebaiknya tema yang ada harus mencerdaskan kehidupan bangsa dengan teknik penggarapan yang sedikit menentramkan mata.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s