Kejarlah daku, gas ku dapat

Siang ini ada berita menarik mengenai tawaran impor gas dari Iran kepada Pln. Sepertinya ini hasil dari roadshow Dahlan Iskan ke Iran beberapa waktu yang lalu. Dan sepertinya bukan hasil studi banding dpr yang mengklaim berhasil mendapatkan kontrak penjualan furniture.

Selain Indonesia, beberapa negara Eropa sedang menjajaki pembelian gas ke Iran disamping memperpanjang perjanjian jual beli gas dengan Rusia. Entah karena kapasitas produksi gas Iran yang masih berlebih atau ingin menindaklanjuti potensi investasi Indonesia di industri petrokimia, sehingga Iran mengejar Pln ke Indonesia.

Sayangnya, langkah progresif PLN ini mendapat sedikit hambatan dari pemerintah, seperti yang diangkat majalah Elektro Indonesia edisi terbaru. Penolakan dari menteri ESDM muncul dengan alasan potensi gas alam Indonesia yang masih sangat besar.  Dikhawatirkan impor gas ini akan mengganggu sttuktur harga gas domestik dan sebagai pengguna gas dalam jumlah banyak  PLN diharapkan  bahu membahu membangun infrastruktur produksi dan distribusi gas dengan institusi terkait. Sepertinya terinspirasi oleh PLN batubara dan Icon+ yang akhirnya diakuisisi oleh Telkom.

Pendapat saya pribadi, rencana PLN untuk impor gas ini sebaiknya disetujui. Karena dengan memperbesar porsi gas sebagai energi primer pembangkit listrik , PLN berpotensi menghemat sampai 60 triliun rupiah pertahun.

Dari penghematan seperti itu, baru dapat diharapkan keterlibatan pln dalam pembangunan infrastruktur produksi dan distribusi gas. Toh, proses pembangunannya membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s