Etika Bisnis

Beberapa waktu lalu, saya mendapat wejangan dari seorang kawan. Saat ini , dia bekerja sebagai staf HRD di sebuah perusahaan asing. Ada yang menarik saat dia bercerita tentang perusahaannya. Etika bisnis. Suatu hal yang sebenarnya wajib dilaksanakan setiap pebisnis tetapi seringkali juga hanya menjadi jargon belaka. Setidaknya ada 3 hal yang masih melekat dalam benak saya :

1. Jangan merebut periuk nasi orang
Perusahaan kawan saya ini bergerak dibidang pembangkit listrik. Pangsa pasar terbesarnya adalah mesin diesel dan mesin gas. Tetapi mereka bekerja sama dengan pabrikan turbin lainnya. Dengan modal sangat besar dan kemampuan teknis yang mumpuni, tentu saja perusahaan ini bisa masuk ke pasar turbin. Dengan kata lain, dia bisa memproduksi turbinnya sendiri tanpa harus mengandalkan pabrikan lain.  Kawan saya menjawab, bahwa itu sudah menjadi kebijakan kantor pusatnya.  Mereka tidak ingin menghantam teman seperjalanan.

2. Menjaga lingkungan hidup

Dengan program 10.000 MW yang direncanakan selama 3 tahap, PLTU berbahan bakar batubara akan tumbuh bak cendawan di musim hujan. Lagi-lagi perusahaan kawan saya ini tidak berminat masuk ke pasar PLTU yang sangat menggiurkan ini. Dan alasannya sederhana, mereka tidak ingin berkontribusi dalam kerusakan lingkungan.

3. Jangan biarkan orang lain tetap dalam kesesatan

Kesesatan disini terkait dengan aturan bisnis atau pekerjaan. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa ekomoni biaya tinggi di negeri ini sebagian bersumber dari praktik suap dan korupsi. Kawan saya mempergunakan istilah under table money . Sewaktu ada diskusi antara pimpinan perusahaan yang notabene orang asing dan karyawan perusahaan terkait isu suap tersebut, sang pimpinan tetap melarang praktik suap tersebut. Baik dari klien maupun dari supplier. Alasannya sederhana juga.

Apakah kamu tega membiarkan bangsamu tetap dalam kerusakan ?

Mengadaptasi tulisan Anton Sanjaya di kolom olahraga Kompas ( 15 Juli 2010 ) :

Kebenaran dan kejujuran dalam berbisnis akan mendapat tempatnya yang layak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s