Catatan Pameran IndoMedika 2010

Salah satu hal yang menyebabkan saya tetap menyukai Jakarta dengan segudang permasalahannya adalah, betapa banyaknya acara pameran di kota ini. Beragam pameran dengan beragam topik memenuhi agenda acara tahunan ibukota.  Mulai dari pameran buku dan komputer yang rutin hadir di seputaran Senayan sampai dengan pameran wisata dan seni budaya. Kebetulan akhir pekan ini, saya diminta untuk menemani istri menengok pameran kesehatan IndoMedika 2010. Acaranya berlangsung dari 27-30 Mei 2010 .  Dari poster yang ada di depan pameran terlihat, bahwa pameran ini merupakan gabungan dari 3 event serupa. Yaitu, IndoMedika – Indo Dental – Indo Health . Pamerannya mengambil tempat di Hall A JCC, Senayan.

Memasuki lokasi pameran, kami diminta mendaftar terlebih dahulu. Berhubung yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan adalah istri, maka saya cukup nebeng saja. Setelah beres di stand pendaftaran, kami segera memasuki lokasi pameran. Setelah mendapatkan layout stand pameran, kami berdua sepakat untuk melihat setiap stand yang ada dengan gerakan mengular. Di stand pertama, kami sudah dihentikan oleh SPW ( Sales Promotion Woman ), sudah berumur soalnya. Disana kami ditawari untuk mencoba produk minumannya. Sedangkan istri lebih memilih untuk berkonsultasi masalah kulit.

Di stand berikutnya, saya harus berhenti lagi. Karena istri cukup tertarik dengan produk herbal keluaran Borobudur Herbal. Sebuah perusahaan herbal dari Semarang. Akhirnya istri membeli semacam kapsul untuk pelancar ASI kakak ipar.

Dari stand herbal tersebut, kami segera melakukan taktik mengular. Akhirnya bertemu dua buah stand produk kedokteran gigi. Stand pertama merupakan stand pabrikan asal Tiongkok. Informasi dari si penerjemah, pabrikan tersebut sebenarnya sedang mencari rekanan / agen / distributor untuk Indonesia. Kebetulan disana ada seorang dokter gigi juga, beliau menyarankan si pemilik stand tersebut untuk mengikuti pameran yang diadakan KG Trisakti di Balai Kartini pada bulan Juni / Juli . Sedangkan stand kedua lebih berfokus pada produk perawatan gigi di rumah. Semacam dental floss atau perangkat untuk membersihkan karang gigi secara mandiri.

Dilihat secara sekilas, 50 % peserta berasal dari luar negeri. yang rata-rata ingin memperkenalkan produknya pada kalangan kesehatan di Indonesia. Mungkin karena masih hari kedua, saya merasa bahwa antusiasme kalangan kesehatan belum terlalu tinggi. Atau konsep pameran di Indonesia masih dianggap sebatas event untuk mendapatkan produk dengan harga miring. Mirip dengan pameran komputer pada umumnya. Belum diarahkan menjadi tempat untuk berinteraksi dari kalangan praktisi, pabrikan maupun akademisi dan regulator. Seperti halnya pameran buku di Frankfurt , yang menonjolkan upaya untuk mempertemukan antara penerbit dengan penulis buku.

-sebuah draft tulisan yang seharusnya saya selesaikan beberapa hari yang lalu-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s