fakta susu di padamu negeri , Metro TV (20 Maret 2008 )

Pemberitahuan :
Tulisan ini merupakan bentuk penulisan ulang dari acara yang sempat saya saksikan. Jadi bukan ungkapan langsung dari narasumber. Jadi jika ada isi tulisan yang dirasa berbeda dengan yang dimaksud oleh narasumber, harap segera menghubungi penulis untuk mengklarifikasi tulisan ini. Bisa langsung menuliskan di kotak komentar.

Acara survei interaktif di Metro TV, padamu negeri, mengusung tema tentang susu formula untuk bayi, menyusul ramai-ramai tentang adanya bakteri sakazakii di beberapa sampel susu formula bayi yang ditemukan oleh peneliti IPB. Jalannya acara terlihat datar-datar saja, mengingat tidak ada keterwakilan dari industri susu maupun BPOM yang diharapkan mempunyai argumen yang berbeda dengan argumen mayoritas saat ini.

Anjuran untuk memberikan ASI secara eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama dan menjadi makanan utama pada 18 bulan berikutnya diperkuat oleh 2 orang narasumber yaitu dokter Tami, mewakili gerakan laktasi Indonesia, kalau tidak salah ingat. Ibu yang satu ini sering kali tampil saat ada diskusi ataupun acara yang membahas tentang pemberian asi pada bayi. Narasumber yang lain adalah dokter tan, di acara padamu negeri, beliau mendapat label sebagai pengamat masalah nutrisi.

Nah, pada sesi akhir survei interaktif, muncul pendapat yang mengagetkan dari dokter tan, bahwa sebenarnya susu tidak terlampau penting bagi tumbuh kembang anak manusia. Beberapa argumen yang dilontarkan adalah susu sapi yang baru diperah tidak bisa langsung dikonsumsi oleh manusia. Karena bisa jadi masih terkontaminasi beberapa jenis bakteri yang membahayakan kesehatan manusia. Oleh karena itu perlu mendapat beberapa tahap perlakuan supaya aman dikonsumsi, seperti dipanaskan, di-pasteurisasi dan sebagainya. Setelah melewati tahapan tersebut, susu sapi memang sudah layak dikonsumsi, akan tetapi kandungan gizi dari susu sudah banyak yang hilang atau rusak. Termasuk kalsium. Jangankan saya, pembawa acaranya saja juga kaget… Ketahuan ni mbak, konsumen susu berkalsium ya….

Belum lagi, jika yang dikonsumsi adalah susu bubuk, yang harus melewati tahap powder-isasi. Tahapan ini bisa menimbulkan masalah terutama dengan keluhan obesitas pada anak-anak. Rupanya argumen dokter tan diamini dan diperkuat oleh dokter tami yang mengungkapkan selama ini rakyat indonesia sudah telanjur terikat dengan slogan “empat sehat lima sempurna “.

Sepertinya kalo ada media yang mengutip fakta-fakta pada survei interaktif tersebut, bakalan rame lagi…

2 pernyataan yang saya suka dari acara malam kemarin adalah:
susu sapi untuk anak sapi dan susu manusia untuk anak manusia.
dengan mengkonsumsi asi, akan membantu penghematan devisa. Karena sebagian besar bahan baku dari susu bubuk masih diimpor dari negara-negara seperti Australia dan New Zealand.
========================================

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s