Harga Minyak Dunia Melejit Lagi dan Kebijakan Energi Nasional

Tanda-tanda harga barang kebutuhan sehari-hari akan naik sudah terlihat. Paling tidak dari melejitnya harga minyak di pasar dunia. Harga minyak sendiri berbeda-beda tergantung jenis minyak yang dihasilkan. Yang jelas, beberapa hari yang lalu, harga minyak bumi sempat mencapai nilai 92 dollar per barelnya. Meskipun pemerintah sudah mengatakan bahwa rakyat tidak perlu khawatir, tetapi sebagian rakyat sepertinya sudah mulai melakukan gerakan penghematan untuk mengantisipasi kenaikan harga-harga barang kedepannya.

Ada beberapa penyebab yang dilontarkan oleh pengamat ekonomi terkait dengan kenaikan harga minyak bumi ini. Salah satu yang menarik adalah pendapat yang dilontarkan gubernur opec indonesia atau perwakilannya dalam acara bisnis hari ini di metrotv ( tanggalnya lagi-lagi tidak tercatat😦 ). Menurut beliau, kenaikan harga minyak ini disebabkan oleh ulah spekulan global. Karena nilai tukar dolar yang sedang melemah, maka banyak spekulan uang panas global mengalihkan investasi jangka sangat pendek mereka ke cadangan minyak. Perlu diketahui, umumnya produksi minyak dari setiap negara bersifat tetap kecuali ada kesepakatan dari negara-negara OPEC untuk mengubah kapasitas produksi dalam rangka menjaga kestabilan harga.

Nah, cadangan minyak ini dapat dipesan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang membutuhkan. Dalam hal ini adalah negara-negara atau broker minyak bumi. ( benar kan ? ). Analoginya seperti indent mobil, konsumen memberi uang muka, dealer memberi surat tanda terima untuk pengambilan mobil tersebut. Bayangkan saja, jika dari suatu negara saya membeli cadangan minyak sebesar 3000 barel perpekan selama 3 bulan kedepan dengan harga 70 dolar perbarelnya, kemudian ada seseorang yang berani membeli hak pembelian minyak saya dengan harga 80 dolar perbarel, apa yang akan saya lakukan ?? Terlebih lagi, saat ini Turki berencana menyerang pemberontak Kurdi yang bersembunyi di Irak utara yang sedikit banyak akan menimbulkan kekhawatiran dunia terhadap kelancaran pasokan minyak dari Irak. Kekhawatiran semacam itulah yang dapat memicu kenaikan harga minyak bumi. Sedangkan model perdagangan yang diambil adalah perdagangan berjangka atau future trading. Umumnya perdagangan berjangka dilakukan terhadap barang-barang komoditas. Setahu saya, model perdagangan berjangka ini tidak diperbolehkan dalam Islam karena tidak membawa manfaat dan mendorong ke arah spekulasi. SEdangkan model pemesanan atau indent diperbolehkan selama harga dan kuantitas serta kualitas barang telah disepakati terlebih dahulu.

Satu hal yang menarik disini adalah belum jelasnya kebijakan energi nasional, meskipun fenomena kenaikan harga minyak terjadi hampir setiap tahun, pemerintah terlihat agak gugup dalam menghadapinya. walaupun ditegaskan bahwa harga produk turunan minyak bumi tidak akan naik setidaknya sampai akhir 2007. Pertama, Indonesia belum mampu memanfaatkan kenaikan harga minyak bumi untuk meningkatkan cadangan devisa. Saat ini kebutuhan minyak bumi nasional sebesar 1,1 juta barel perhari sedangkan produksi nasional masih dibawah 1 juta barel per hari. Padahal kapasitas produksi terpasang termasuk yang belum berjalan bisa melebihi kebutuhan. Menurut beberapa pengamat, hal ini disebabkan masih adanya beberapa perusahaan minyak yang sengaja mengulur-ulur waktu untuk melakukan pengeboran minyak. Fenomena semacam ini perlu mendapat tindakan tegas dari pemerintah. Kedua, menurut pengamat ekonomi Raden Pardede dalam acara Save Our Nation nya Metro TV 31 oktober 2007 yang lalu, Indonesia belum memiliki kebijakan untuk membuat cadangan minyak jangka menengah. Sebagai contoh, Amerika sudah memiliki kebijakan untuk menyimpan cadangan minyak mentahnya untuk perioda konsumsi 1 tahun kedepan. Jepang sekitar 6 bulan. Begitu pula, negara-negara yang sedang giat membangun seperti Cina dan India. Semoga saja dengan disahkannya UU Energi yang baru, karena ada kewajiban untuk membentuk dewan energi nasional dalam 6 bulan setelah disahkannya UU Energi tersebut, maka bangsa ini sedikit banyak sudah dapat mengurangi kekhawatiran dari naiknya harga minyak dunia. Disamping senantiasa memprioritaskan pengembangan energi non-fosil seperti biodiesel maupun bioetanol.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s