jalan-jalan jogja [1]

stasiun tugu

berhubung selama beberapa pekan ini, lagi di jogja, maka tulisan tentang aroes koeat di tunda dulu.
Sembari menyelesaikan tulisan yang masih terbengkalai.

Seperti perjalanan ke jogja sebelumnya, kali ini , saya mempergunakan moda transportasi kereta api. Lodaya pagi.
Berangkat dari stasiun hall jam 7.30 pagi dan seharusnya sampai di stasiun tugu jogja, sekitar  jam 15.30.

berangkat sedikit mepet dengan ditemani teman kos, ratno, akhirnya tidak terlambat lagi. Alhamdulillah…

ada beberapa catatan menarik selama 7jam lebih perjalanan jogja-bandung.

Pertama, beberapa kali mempergunakan moda transportasi kereta api ini, saya sering menemui beberapa kelompok wisatawan mancanegara, yang sering turun di stasiun tasikmalaya maupun stasiun banjar. Dengar-dengar, wisman yang turun di tasik , umumnya akan berkunjung ke pantai pangandaran. sedangkan wisman yang turun di stasiun banjar, berencana mengunjungi obyek wisata banyuraden (??) . Nah, yag kemarin itu, ada sepasang wisman yang turun di stasiun banjar dengan ditemani oleh seorang pemandu wisata dari Indonesia. Masih dari sang pemandu, ternyata wisman tersebut bearasal dari belanda tetapi lama di jerman dan merupakan pensiunan tentara. Kebetulan kakeknya wisman tersebut pernah tinggal di Indonesia , tepatnya di Bojonegoro, Jawa Timur. Saat itu, dia bekerja menjadi tentara KNIL ( itu, tentara kerajaan hindia belanda ). sepertinya banyak juga, orang-orang luar negeri yang sengaja menyisihkan pendapatannya untuk persiapan dana wisata keliling dunia.

Kedua, disebagian rute rel kereta , khususnya jawa bagian selatan. Anda akan melihat adanya tower-tower transmisi listrik tegangan ekstra tinggi (SUTET).Umumnya tegangan kerjanya 500 kV. dan sudah pasti 3 fasa. Pembahasan lebih lanjutnya akan saya persiapkan. tunggu saja…

Ketiga, setiap melewati stasiun kereta api ( baik besar maupun kecil ), pasti akan terlihat tulisan +… dibawah nama stasiun. Tahu artinya?? simbol +(plus) menunjukkan ketinggian stasiun tersebut diatas permukaan laut. sedangkan angka yang mengikutinya menunjukkan nilai dari ketinggian stasiun tersebut. Misal stasiun tugu jogja, +131, kalau tidak salah. Berarti stasiun tugu jogja berada pada ketinggian 131 meter diatas permukaan laut.

Terakhir, diantara gombong-kebumen atau kebumen-kutoarjo, ada sebuah terowongan menembus bukit. Jika kereta sedang menelusuri terowongan tersebut, kereta akan berada dalam kegelapan selama beberapa menit. Asik juga melihat ekspresi  anak-anakkecil yang terkaget-kaget dengan adanya perubahan suasana saat melewati terowongan tersebut..

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s