Prediksi

Berikut adalah kutipan bebas ( maksudnya, yang saya ingat ) dari khutbah Ustadz Aam Amiruddin pada Jumat 23 Februari 2007 di masjdi Salman.

Diawal khutbah, dijelaskan ada 3 macam prediksi. Prediksi sendiri adalah upaya untuk memperkirakan kejadian yang akan terjadi pada masa mendatang.

Pertama, adalah prediksi ilmiah.
Prediksi ini sendiri didasarkan pada metode ilmiah dan berbasiskan pada data-data hasil penelitian empiris. Umat Islam sendiri dianjurkan untuk mengikuti prediksi versi ini. Terlebih lagi jika akan ada mudharat jika kita tidak mengikuti saran atau prediksi ilmiah tersebut. Misal, seorang pasien dengan kadar kolesterol tinggi, yang melewati batas aman, dianjurkan oleh dokter untuk melakukan pantangan terhadap jenis-jenis makanan serta aktivitas tertentu, yang dianggap dapat membahayakan kesehatannya.

Prediksi kedua adalah prediksi mistik. prediksi semacam inilah yang dilarang oleh agama. Karena prediksi semacam inilah yang mengarah kepada tindakan kekufuran. Umumnya, prediktor (?) disebut sebagai dukun atau paranormal. Dan umumnya, mereka mendapatkan “bisikan” dari jin. Ada hal menarik yang diungkap oleh ustad Aam Amirudin. Bahwa saat ini, dukun dan paranormal telah mengerti kondisi serta keinginan pasar dan calon konsumen. Saat ini, sudah semakin banyak dukun dan paranormal merubah penampilannya menjadi “semakin sholeh” . entah dengan berpakaian gamis seperti kyai/ustadz atau dengan memasang ornamen-ornamen keislaman di ruang prakteknya.  Yah, karena sebagian besar dari calon konsumennya merupakan umat muslim yang sudah semakin sadar bahwa datang ke dukun adalah tindakan yang berdosa.

Prediksi ketiga adalah prediksi wahyu.
Prediksi ini bisa berupa firman ALLAH SWT yang diturunkan berupa ayat-ayat di Al-Qur’an ataupun berupa hadist qudsi dan hadist dari Rasulullah. Pada kesempatan tersebut, Ustadz Aam menyampaikan beberapa hadist dari Imam Tirmidzi, Muslim dan Bukhari. Beberapa diantaranya adalah : ( kutipan esensinya saja, redaksi lengkapnya tidal tercatat…)
– Akan datang suatu masa, dimana Islam hanya menjadi label atau simbol saja.
– Akan datang suatu masa, dimana Al-Quran hanyalah menjadi kumpulan tulisan saja yang tidak memiliki arti lebih dari itu.

dan ada beberapa hadist serupa..

Kemudian, uraian dilanjutkan dengan mengutip Tesis dari Pak Deliar Noer yang pada catatan kakinya mengungkapkan saran Snouck Hurgronye ( tahu kan ? ) pada pemerintah penjajah Belanda kala itu.
” Jangan larang Umat Islam untuk Shalat, bahkan anjurkan. tetapi halangi mereka untuk mengerti hakekat dari shalat itu sendiri.

 Jangan larang Umat Islam untuk membaca Quran, bahkan anjurkan. tetapi halangi mereka untuk mengerti hakekat dari membaca Quran itu sendiri.
Jangan larang Umat Islam untuk haji, bahkan anjurkan. tetapi halangi mereka untuk mengerti hakekat dari haji itu sendiri. ”

Jadi, apa yang akan anda lakukan setelah membaca tulisan ini ?
Kalau anda telah mampu membaca Al-Quran, maka jangan hanya puas dengan tingkatan tersebut. Lanjutkan dengan memahami isinya dan  mengamalkannya. dan akan lebih baik dengan menyebarkannya ke orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s