Haruskah Ibukota negara pindah dari Jakarta ?

salah satu efek dari bencana banjir yang melanda sebagian besar Jakarta, Banten dan Jabar memunculkan kembali isu lama. Yah, isu untuk memindahkan ibukota negara dari Jakarta terbilang lama, dan hampr selalu muncul saat kota Jakarta mengalami bencana skala besar seperti bencana banjir saat ini.

Alasan yang diajukan adalah :
pertama, Jakarta sendiri pada jaman penjajahan Belanda didesain bukan untuk menjadi kota besar, direncanakan saat itu hanya untuk 1juta penduduk.
Kedua, infrastruktur di Jakarta sendiri sudah kurang mendukung sebagai ibukota negara terkait dengan besarnya aktivitas yang ada di Jakarta dan  jumlah penduduk yang ada.

Kemudian, kota yang diusulkan menjadi pengganti jakarta adalah Bandung, bogor, Jogja (?) dan beberapa kota yang  lain.

Kemudian muncul pendapat yang kurang setuju dengan pemindahan ibukota secara total . Pihak kedua ini menyarankan supaya dilakukan pembagian fungsi atau pemindahan beberapa fungsi yang ada. Misal , Jakarta tetap diperlakukan sebagai ibukota negara tetapi hanya berfungsi sebagai pusat politik dan kekuasaan. Dan fungsi pusat bisnis serta keuangan di  kota lain, misal Surabaya, Jogja, Medan dan kota-kota di luar pulau Jawa.

saya pribadi setuju dengan pendapat kedua. Karena pendapat yang pertama akan membutuhkan biaya dan tenaga yang sangat besar. Selain itu, yang terjadi hanyalah pemindahan masalah ke kota baru tersebut.

Jika dibandingkan dengan negara maju yang lain, misalkan Amerika. Pusat kekuasaan adalah Washington, pusat bisnis adalah New York dan pusat Seni Losa Angeles. Sedangkan pusat iptek cukup tersebar dengan fokus di lintasan Silicon Valley.
Atau jerman. Pusat kekuasaan adalah berlin. Dan pusat pameran-pameran skala internasional adalah Frankfurt.

Mungkin anda punya pendapat yang lain ?

Iklan

9 Comments

  1. setuju akh yando 😀 maksudnya aku setuju ama pendapat yg kedua. Harusnya ada spesialisasi fungsi kota, ada ibu kota politik di jakarta, ibu kota budaya di jogja atau bali (ga setuju kalo jd ibu kota politik, ntar byk demo mahasiswa, kan mahasiswa kampus bunderan hobbynya demo), ibu kota iptek bandung tea, ibu kota industri di cikarang (deket bdg sbg pst iptek dan dkt jkt sbg regulator). Jadi kalo ada kejadian buruk menimpa satu ibu kota (demo, bencana alam) ga semua kegiatan publik jd kolaps jg.

    pokoknya Yando for president lah 😛

  2. mmmhhh,,, klo masalah ibu kota, al setuju bgt!hrs dipindah,,, coz mw g mw, dgn mlihat kondisi jakarta yg bnr2 tdk memenuhi syarat sbg ibukota, sdh layaknya pusat pemerintahan qta bukan d sana,,,

    tp,,, mmmmhhh,,, jangan bogor,,, he3,,, bukanny egois, tp, drpd kebun rayany, ilang, mndingan dpndah k tmpt lain yg tanahny mang cocok bwt mndirikan bngunan,,, sperti yg qta lihat, d jakarta sndiri sll saja ada pmbangunan gedung2, ruko or apartemen, yg tentu aja ngambil daerah resapan air,,,

    nnti klo d jakarta banjir lg, orang bogor deh dimarahin n disalahin,,,??!!
    padahal, yg sring ngbangun vila2 d puncak, bogor kan org jakarta jg,,,

    peace,,, ^_^

  3. Dengan tingkat kemacetan seperti sekarang ini, diperkirakan tidak sampai 5 -10 tahun, Jakarta akan mengalami “dead lock’ karena panjang jalan sama dengan jumlah kendaraan. Oleh sebab itu pindah ke daerah lain harus menjadi agenda pilpres atau pilgub (seharusnya) jika tidak Jakarta akan menjadi tumpukan sampah, orang stress, orang gila. dll. Buruan pindak pak…buk…

    Salam

  4. apabila ibukota di pindah kan…
    bayangkan berapa banyak biaya yang diperlukan untuk menyiapkan sbuah ibu kota tersebut…
    seperti pembangunan istana negara,dll……. yang notabene tidak sedikit biaya yang diperlukan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s