RSS

Arsip Bulanan: Mei 2010

Ciri-ciri orang menguasai ilmu

Baja itu indah..

Beberapa waktu yang lalu, seorang kawan berkisah tentang temannya yang sedang menuntut ilmu di negeri seberang. Kebetulan kawannya ini tergolong cerdas, sehingga lulus dari S1 di Bandung, dia dapat kesempatan melanjutkan ke jenjang S3 di Singapura, tentu saja tanpa melalui jenjang S2 seperti lazimnya.

Ada satu cerita menarik, saat kawan kita ini masih menjadi asisten dosen di Bandung.  Dia mendapat amanah untuk mengajar (tutorial ?) mata kuliah struktur baja.  Ada salah seorang peserta tutorialnya yang bertanya, “Kak , kuliah baja itu seperti apa ? ” Dan dia menjawabnya,

“Baja itu indah”

Wah, apa tidak kebingungan si adik kelasnya itu mendengar jawaban sang asisten cerdas. Mungkin masih dalam batas kewajaran jika seseorang mengatakan kucing itu cantik, gunung itu indah dan sebagainya.

Dari pengalaman saya bergaul dengan berbagai strata kemampuan otak di kampus dahulu, menunjukkan bahwa semakin andaemahami suatu ilmu / kuliah, maka anda akan mampu menjelaskan ilmu tersebut ke orang awam dalam bahasa yang mudah dipahami. Tetapi untuk level master, anda akan mampu menceritakannya dalam bahasa puitis atau yang beraroma nyastra . Contohnya ungkapan diatas. Selain itu , saya punya contoh lain. Seorang kawan yang pernah menjadi koordinator asisten Laboratorium Konversi Energi, dia pernah membuat puisi dengan meminjam konsep dari mata kuliah praktikum yang diampunya.

Cinta Electric Machinery

Empat bulan telah berlalu
sejak kau bangkitkan tegangan dalam sanubariku
sinusoidal murni tanpa harmonisa
mengeksitasi seluruh jiwa raga

kehadiranmu menciptakan hysteresis dalam sukmaku
tak bisa hilang meski kualirkan arus DC melalui belitan hatiku
Menginduksi stator inspirasiku
Menggerakkan rotor semangatku

pandangan matamu
tajam menembus inti besiku
meng-overspeed kecepatan jantungku
mengosilasi frekuensi debaranku

Langkah kakimu
mengalun indah bagai dengungan motor asinkronku
bergerak sinkron dengan aliran darahku
meratakan seluruh tegangan AC dalam urat nadiku

senyumanmu
seseksi trafo AVR-ku
langsung membuat swing hatiku
dan meredam seluruh gerakan tubuhku

Tapi kini kau tak pernah datang lagi
membuat hubungan ward-leonard kita jadi tak berarti
hidupku terasa sepi sendiri
tanpa ada riak-riak eddy current yang menelusup ke dalam hati

salam untukmu wahai wanita yang mengurai lilitan jiwa
Kan kusimpan memori ini dalam slot-slot kenangan terindah
selamanya….

-by fekop-

sumber : blog ini

 
1 Comment

Posted by pada 27 Mei 2010 in curhat

 

Kaitkata: , ,

Robin Hood : The Untold Story

The Untold story of how a men became a legend

Ahad lalu, setelah mengantar istri ke Gambir untuk membeli tiket, saya mengajaknya ke Grand Indonesia. Sekedar untuk melihat jikalau ada film-film menarik di Blitz Megaplex GI . Maklum, Blitz tersohor dengan koleksi filmnya dari manca negara. Sebenarnya ada 2 buah film yang membuat saya tertarik untuk menontonnya. Pertama, Wall Street dibintangi oleh Michael Douglas . Kedua adalah film besutan Michael Moore berjudul Capitalism : a love story . Sayang, kedua film tersebut tampaknya baru beredar bulan Juni depan.

Akhirnya saya memutuskan untuk menonton di 21 Setiabudi. Biasanya di hari libur, bioskop di kawasan Setiabudi tersebut lebih lengang dari kawasan lainnya.

Sesampainya di 21 Setiabudi, kami segera mencari tiket untuk film Robin Hood . Meskipun sempat berfikir untuk menyaksikan Daybreaker.  Yang membuat saya terpikat dengan film Pencuri Baik Hati dari hutan Sherwood adalah taglinenya ang saya tuliskan di awal. Saya berharap film ini akan menyajikan alur cerita berbeda dari sekedar perjuangan mempertahankan hidup paska perang salib.

Dan saya menemukan sebagian harapan tersebut di film ini .Bahkan saya sempat terpikir Raja John akan menyetujui permintaan para bangsawan Inggris utara mengenai kesetaraan hak. Dan saya berharap perjanjian tersebut adalah Magna Charta. Dan ternyata, mending anda lihat sendiri saja..

Jika anda ingin melihat sisi lain sejarah Inggris, anda bisa menyaksikan film ini. Meskipun dari kualitas pertarungannya terbilang tidak terlalu menggetarkan jiwa. Bahkan terkesan seperti menonton film Gladiator dengan pakaian dan latar belakang Inggris abad pertengahan. Maklum sang aktor dan sutradara pernah terlibat dalam pembuatan film tentang petarung dari Romawi itu.

 
Leave a comment

Posted by pada 25 Mei 2010 in ulasan

 

Kaitkata: , ,

Sindrom Filsafat

Kenapa orang filsafat selalu terkesan mbulet kalo menulis ?

Istilah sindrom filsafat sering saya pergunakan untuk menyatakan suatu kondisi dimana pangkal dan ujung suatu ide atau masalah sudah tidak jelas lagi. Mbulet, ruwet akibat hanya merenung dan merenung. Seperti halnya orang yang terlalu banyak berpikir tanpa aksi. Sehingga otaknya dipenuhi hal-hal tingkat tinggi.

Saat SD dan SMP , setiap kali pulang ke rumah, saya selalu naik bus jalur 15. Bisa Damri, Aspada maupun satu jenis bus lagi ( lupa namanya).  Ada 2 pilihan tempat menunggu bus tersebut selepas dari SMP 5 . Pertama di bunderan UGM, sayangnya suasana kurang kondusif, panas dan debu beterbangan karena merupakan persimpangan  jalur bermacam bus. Kedua tepat di depan Jurusan Filsafat UGM . Disini suasananya lebih enak untuk menunggu bus sampai sejam lamanya. Karena cukup banyak pohon rindang di sana.

Sembari menunggu, sering saya melirik suasana di kampus Filsafat. Tenang bahkan terkesan senyap. Dari luar tampak tenang, padahal di dalam gedung ( mungkin ) banyak yang sedang berpikir keras.

 
Leave a comment

Posted by pada 20 Mei 2010 in curhat

 

Cerita Trans Jakarta

Jangankan untuk perawatan armada yang ada, pemda masih kebingungan untuk mengoperasikan koridor IX dan X pun belum beroperasi.

Ide tulisan ini berawal dari perjalanan menggunakan armada Trans Jakarta jalur Kampung Melayu – Senen ( Selasa, 11 Mei 2010)  .  Sekilas melihat interior bus Trans Jakarta ini, cat di beberapa bagian dalam bus mulai terkelupas. Selain itu, pintu hidrolik tempat keluar masuk penumpang rupanya perlu perhatian khusus.

Tetapi yang lebih parah adalah ada 2 bus yang mogok pada jalur KM-Senen di sisi yang berlawanan. Sekitar halte Salemba UI dan Kramat Sentiong.

Benar-benar kerja berat untuk memberikan layanan publik di Jakarta

 
Leave a comment

Posted by pada 18 Mei 2010 in curhat

 

35 tahun

Pagi menjelang siang, saa masih disibukkan oleh urusan detail pertanggungjawaban keuangan, operator mengumumkan supaya seluruh karyawan berkumpul di ruang serba guna. Untuk memperingati hari jadi perusahaan ke-35 , katanya.

Kalau sekarang perusahaan sudah berusia 35 tahun, bisa diperkirakan, perusahaan ini berdiri pada tahun 1975. Lebih tua dari tahun kelahiran saya :D . Saya suka dengan acara ulang tahun perusahaan kali ini, sederhana sayang waktu tunggunya panjang sekali. Oya, kurang acara door prize sepertinya.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Dirut ( benar-benar singkat ), dilanjutkan dengan cerita sekilas masa lalu oleh salah seorang pemegang saham, pak SA. Beliau bercerita bahwa pada awalnya kantor kami ini hanya berupa ruangan / kontrakan kecil di jalan Kudus. Daerah mana ya ? Kalau pagi dijadikan kantor, sedangkan malam hari dijadikan rumah tinggal. Awalnya memang diniatkan untuk fokus sebagai perusahaan kontraktor mekanikal elektrikal. Hal tersebut tercermin dari inisial nama perusahaan. M untuk mesin yang diwujudkan dalam bahasa latin. Dan E yang mencerminkan elektrikal dan diwujudkan pula dalam bahasa Latin. Memang rata-rata pendiri perusahaan adalah lulusan kampus cap gajah duduk dan umumnya jebolan jurusan mesin dan elektro. Pesan yang disampaikan , supaya seluruh karyawan bahu membahu dalam meningkatkan perusahaan. Karena sebagai rumah kedua, jika perusahaan untung, maka karyawan akan untung. Sehingga keluarga (karyawan) akan lebih sejahtera.

Sambutan yang lebih singkat disampaikan oleh pemegang saham terbesar. Beliau hanya menyampaikan bahwa, kedepannya kompetisi dalam dunia kontraktor akan semakin sengit. Diharapkan direksi dapat merumuskan visi yang lebih sesuai dengan peta bisnis masa depan.

Selesai sambutan, pembawa acara mengajak seluruh hadirin menyanyikan lagu wajib ultah saat pemotongan tumpeng dan kue tart. Ada yang lucu saat prosesi pemotongan kue tart. Lilin untuk angka 5 tidak mau menyala. Bisa jadi karena si petugas yang menyalakan api bukan seorang perokok. Bisa juga ada tanda-tanda :p . Yang jelas potongan kue tersebut diberikan kepada karyawati senior yang sampai saat ini sudah 31 tahun bekerja di perusahaan ini. Seorang kawan di samping, berceletuk, “seharusnya beliau sudah mempunyai saham di perusahaan ini” . Bisa jadi perusahaan ini mempunyai cara lain untuk meningkatkan rasa kepemilikan diantara karyawannya .

Satu hal yang masih teringat di benak saya, saat salah seorang pemegang saham sekligus pendiri, mengungkapkan harapannya supaya perusahaan tetap eksis. Beliau juga mengungkapkan keinginannya supaya keturunan para pendiri termasuk para pemegang saham dapat terlibat dalam pengelolaan perusahaan menggantikan generasi awal yang sudah mulai uzur. Semoga saja keinginan ini mencerminankan rasa cinta atas hasil kerja kerasnya bertahun-tahun , bukan karena ingin mempertahankan kendali perusahaan dan mengembalikan sistem pengelolaan ke sistem perusahaan keluarga.

 
Leave a comment

Posted by pada 17 Mei 2010 in curhat

 

Menjadi Agen Rahasia

Intelijen dan agen rahasia selalu menjadi tema cerita yang menarik. Dari cerita yang bergenre serius sampai dengan genre yang sering bermain api semacam James Bond . Untuk di Indonesia, jika anda berminat mengabdi di dinas Intelijen, anda dapat bergabung dengan Sekolah Tinggi Sandi Negara. Memang belum tentu anda akan menjadi agen rahasia yang melanglang buana ke pojok Nusantara. Karena banyak sekali aspek yang dipelajari dalam dunia Intelijen.

Intel Melayu

Beberapa kali saya membaca istilah Intel Melayu. Julukan ini ditujukan kepada kalangan intelijen baik dari militer, kepolisian ataupun sipil atas keteledorannya dalam membuka identitasnya. Bahkan ada beberapa kasus yang memperlihatkan kartu anggota maupun surat penugasannya.

“Merasa diremehkan sepertinya, sampai menunjukkan surat tugasnya  hehehe”

Tips menjadi agen rahasia

Setidaknya ada 2 tokoh yang menuliskan cara mudah menjadi agen rahasia. Pertama, Made Wiryana . Tokoh open source Indonesia ini menuliskan caranya di sini . Tulisannya yang berjudul Agen Rahasia Masa Kini , menceritakan bagaimana teman-teman dari  Asia Timur yang bekerja di Jerman, berusaha mendapatkan rahasia keberhasilan Jerman dalam pembangunan. Kemudian mengirimkannya kepada rekannya yang ada di kampung halaman.

Tidak berbeda dengan IMW, Bambang Haryanto, tokoh epitoholik Indonesia juga menuliskan hal senada di sini. BH menuliskan cara Jepang dalam menguasai ekonomi dunia melalui agen-agen rahasianya.  Mengambil gambar, menuliskan detail dari perencanaan sampai ke penggunaan obyek yang diamati. Obyek yang diamati bisa beragam, disesuaikan dengan bidang keahlian dan minat . Mulai dari perencanaan kota, tempat wisata, sistem transportasi, energi listrik, gas, pengaturan mall dan warung sampai ke sistem pendidikan.

Sampai saat ini, sudah banyak WNI yang menuliskan hasil pengamatannya di luar negeri. Tetapi tampaknya belum ditindaklanjuti oleh pengambil kebijakan baik tingkat daerah maupun nasional.  Buktinya ? Mereka lebih memilih studi banding ke luar negeri ketimbang meminta informasi detail hasil pengamatan saudara-saudara kita yang sedang berada di luar negeri.

Nah, kalau anda sedang berada di luar negeri atau berencana ke luar negeri dalam waktu dekat. Saya sarankan anda mulai mempersiapkan catatan dan kamera (kalau tersedia). Sesampainya di sana , mulailah untuk mengamati, mengumpulkan informasi dan data, kalau perlu anda buat analisanya. Boleh dangkal , bisa juga mendalam. Kemudian kirimkan ke dosen anda ( jika anda meneruskan sekolah) , ke pimpinan anda ( jika anda sedang dalam rangka dinas) atau tuliskan saja di blog anda kemudian beritahukan ke saya. Karena dengan senang hati, saya akan menautkan blog anda dan mempromosikannya.

Tidak sulit kan untuk menjadi agen rahasia ?

 
3 Comments

Posted by pada 9 Mei 2010 in indonesia

 

Kaitkata: , ,

Mandiri Energi

Tepat sepekan yang lalu, setelah mengantar Mr. Ngam kembali ke negeri jiran, saya menonton acara Paradiso di TV7 . Kebetulan edisi pekan lalu mengunjungi goa dan pantai di wilayah Gunung Kidul.

Satu hal yang cukup membuat miris, saat si reporter bertanya kepada salah seorang penjual kelapa muda. Apakah dia bisa mengisi ulang baterai ponselnya, yang dijawab tidak bisa oleh si penjual . Alasannya di pantai tersebut, belum masuk jaringan listrik PLN . Padahal dari sapuan kamera , terlihat cukup banyak warga yang sedang berwisata di pantai tersebut. Parahnya, sampai beberapa tahun yang lalu, di pantai tersebut, masih mengalami kesulitan air bersih. Untunglah kemudian ditemukan sumber air tawar yang berada di sebuah gua tidak jauh dari bibir pantai. Penduduk yang menemukan sumber air tawar tersebut, terinspirasi dari seekor anjing yang baru keluar dari gua dengan tubuh basah kuyup.

Kembali ke persoalan listrik tersebut, meskipun PLN masih memonopoli usaha mendistribusikan listrik ke konsumen, bukan berarti warga biasa dilarang untuk mengusahakan sendiri produksi listriknya. Contoh segar adalah ibu Sri Mumpuni dengan proyek-proyek mikro hidro nya diseantero nusantara. Kalau melihat karakteristik wilayah pantai di Gunung Kidul, ada beberapa pilihan pembangkit listrik . Pertama tenaga angin, mengingat rata-rata kecepatan angin di pantai selatan Jawa masih memenuhi kebutuhan minimal . Kedua adalah tenaga matahari. Dari seliweran informasi, beberapa daerah di Gunung Kidul atau Bantul pernah dijadikan proyek perintis PLTS ( Pembangkit Listrik Tenaga Surya ) . Tetapi proyek tersebut akhirnya terlantar karena perangkat yang dipergunakan tidak terurus. Entah tanggung jawab siapa harus diserahkan mengenai urusan pengoperasian dan perawatan PLTS. Yang jelas, kesalahan tersebut sudah menjadi pelajaran berharga bagi perencana proyek-proyek wilayah mandiri energi.

 
Leave a comment

Posted by pada 8 Mei 2010 in jogja

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.104 pengikut lainnya.