RSS

Arsip Bulanan: Maret 2008

Apa kabar PLN 75-100 ? Bagaimana tentang proyek pembangkit 10 GW ?

Semoga baik-baik saja ya.. Bukan hanya baik-baik tetapi juga mendekati titik akhir penyelesaian. Sekedar pengingat , program 75-100 nya PLN adalah target yang dicanangkan PLN untuk mencapai rasio elektrifikasi nasional sebesar 100 % pada ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75. Artinya pada 17 agustus 2020, tidak ada rakyat Indonesia yang belum mendapatkan akses ke energi listrik. Suatu target yang terbilang ambisius, mengingat rasio elektrifikasi saat ini masih dibawah 70 %.

Disisi lain, pada beberapa tahun yang lalu, PLN mencanangkan proyek pendukung program 75-100nya, yaitu proyek pembangkit listrik 10 GW yang ditargetkan selesai pada 2009. Tetapi sampai saat ini, belum jua ada kabar perkembangan terbaru. Semoga seperti kata pepatah, air tenang menghanyutkan. Meskipun tidak ada liputan tentang proyek-proyek tersebut, semoga insinyur-insinyur PLN tetap semangat melanjutkan sampai selesai.

 
9 Comments

Posted by pada 25 Maret 2008 in elektro

 

Mengenal daya aktif, daya reaktif dan faktor daya

Postingan kali ini akan menjawab pertanyaan Syarif pada postingan terdahulu tentang harmonisa daya. Oke, saya awali dengan penjelasan mengenai daya listrik terlebih dahulu. Seringkali terjadi kebingungan antara daya dan energi. Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja. Energi memiliki satuan Joule atau Btu. Sedangkan daya didefinisikan sebagai laju energi yang dibangkitkan atau dikonsumsi. Satuan dari daya adalah Joule/detik atau watt. Maka satuan energi listrik adalah watt-detik atau lebih populer dengan watt-hour. Read the rest of this entry »

 
54 Comments

Posted by pada 25 Maret 2008 in elektro

 

Kaitkata: ,

pengantar analisa sistem tenaga

beberapa hari ini menyempatkan diri untuk merapikan serta mengurangi berkas-berkas hasil kuliah sembari menunggu panggilan dinas lapangan. ternyata masih ada koleksi lengkap beberapa mata kuliah. Salah satunya berkas kuliah analisa sistem tenaga.

Di teknik elektro ITB, kuliah analisa sistem tenaga diberi kode EP 4051, arti angka 4 berarti dilaksanakan di tingkat 4 dan angka 1 berarti kuliah ini diberikan di semester ganjil(gasal). Mata kuliah ini diasuh oleh p’nurdin serta p’nanang. Selain itu, kuliah ini juga dilengkapi tutorial yang dipegang oleh ibu henny. Sebenarnya cukup banyak bahan pendukung kuliah ini yang tersebar di toko buku maupun internet. Bisa cari sendiri kan?? Untuk referensi utama kuliah ini adalah buku Power System Analysis tulisan Prof. John J Grainger dan Prof William D stevenson Jr (alm).

Materi yang dibahas adalah bab 7 sampai dengan bab 16, tetapi bab 15 yaitu State Estimation of Power SYstems tidak dimasukkan dalam ujian. Oke, saya bahas satu persatu…

Bab 7 adalah The admittance model and network calculation
Admittance atau admitansi memiliki notasi Y. Admitansi sendiri menjadi salah satu parameter yang dapat dipergunakan dalam analisa sistem tenaga disamping impedansi (Z). Admitansi (Y) sering didefinisikan sebagai 1/Z . Nah, di bab 7, anda akan mempelajari cara-cara memodelkan jaringan listrik beserta komponennya dengan representasi admitansi. Setelah model jaringan dihasilkan, anda dapat membuat matriks admitansi yang merepresentasikan model tersebut. Dari matriks Y tersebut, anda akan dapatmengutak-atiknya supaya lebih efisien dan simpel. Ada beberapa teknik untuk mencapainya. Misalnya metode successive elimination atau node reduction ( kron redution ). Oke, cukup kuliah untuk hari ini.

Namanya juga pengantar. Anda yang mengambil kuliah serupa dapat mencari referensi lain, dan jika anda rasa berguna , anda diharapkan untuk memberitahukannya via blog ini :) , Terima kasih..

 
5 Comments

Posted by pada 25 Maret 2008 in elektro

 

fakta susu di padamu negeri , Metro TV (20 Maret 2008 )

Pemberitahuan :
Tulisan ini merupakan bentuk penulisan ulang dari acara yang sempat saya saksikan. Jadi bukan ungkapan langsung dari narasumber. Jadi jika ada isi tulisan yang dirasa berbeda dengan yang dimaksud oleh narasumber, harap segera menghubungi penulis untuk mengklarifikasi tulisan ini. Bisa langsung menuliskan di kotak komentar.

Acara survei interaktif di Metro TV, padamu negeri, mengusung tema tentang susu formula untuk bayi, menyusul ramai-ramai tentang adanya bakteri sakazakii di beberapa sampel susu formula bayi yang ditemukan oleh peneliti IPB. Jalannya acara terlihat datar-datar saja, mengingat tidak ada keterwakilan dari industri susu maupun BPOM yang diharapkan mempunyai argumen yang berbeda dengan argumen mayoritas saat ini.

Anjuran untuk memberikan ASI secara eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama dan menjadi makanan utama pada 18 bulan berikutnya diperkuat oleh 2 orang narasumber yaitu dokter Tami, mewakili gerakan laktasi Indonesia, kalau tidak salah ingat. Ibu yang satu ini sering kali tampil saat ada diskusi ataupun acara yang membahas tentang pemberian asi pada bayi. Narasumber yang lain adalah dokter tan, di acara padamu negeri, beliau mendapat label sebagai pengamat masalah nutrisi.

Nah, pada sesi akhir survei interaktif, muncul pendapat yang mengagetkan dari dokter tan, bahwa sebenarnya susu tidak terlampau penting bagi tumbuh kembang anak manusia. Beberapa argumen yang dilontarkan adalah susu sapi yang baru diperah tidak bisa langsung dikonsumsi oleh manusia. Karena bisa jadi masih terkontaminasi beberapa jenis bakteri yang membahayakan kesehatan manusia. Oleh karena itu perlu mendapat beberapa tahap perlakuan supaya aman dikonsumsi, seperti dipanaskan, di-pasteurisasi dan sebagainya. Setelah melewati tahapan tersebut, susu sapi memang sudah layak dikonsumsi, akan tetapi kandungan gizi dari susu sudah banyak yang hilang atau rusak. Termasuk kalsium. Jangankan saya, pembawa acaranya saja juga kaget… Ketahuan ni mbak, konsumen susu berkalsium ya….

Belum lagi, jika yang dikonsumsi adalah susu bubuk, yang harus melewati tahap powder-isasi. Tahapan ini bisa menimbulkan masalah terutama dengan keluhan obesitas pada anak-anak. Rupanya argumen dokter tan diamini dan diperkuat oleh dokter tami yang mengungkapkan selama ini rakyat indonesia sudah telanjur terikat dengan slogan “empat sehat lima sempurna “.

Sepertinya kalo ada media yang mengutip fakta-fakta pada survei interaktif tersebut, bakalan rame lagi…

2 pernyataan yang saya suka dari acara malam kemarin adalah:
susu sapi untuk anak sapi dan susu manusia untuk anak manusia.
dengan mengkonsumsi asi, akan membantu penghematan devisa. Karena sebagian besar bahan baku dari susu bubuk masih diimpor dari negara-negara seperti Australia dan New Zealand.
========================================

 
2 Comments

Posted by pada 22 Maret 2008 in bandung

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.104 pengikut lainnya.