RSS

Arsip Bulanan: Januari 2008

pilih sensor film atau rating film ?

Biasa obrolan warung bu lies bada shalat jumat. Ada sekelompok insan perfilman yang menamakan dirinya masyarakat film indonesia mengajukan revisi peraturan / perundangan tentang badan sensor film nasional. Intinya mereka meminta supaya badan sensor tersebut dihapuskan dan diganti dengan istem rating atau peringkat film berdasarkan kualitas dan sasaran pasar dari film tersebut. Seperti di amerika kalau tidak salah. Jadi peringkat berkisar antara peruntukan kepada anak-anak sampai dengan konsumen sangat dewasa ( jompo ?)

3 dari 5 orang yang mengajukan revisi ke mahkamah konstitusi yang saya kenal tapi mereka tidak kenal saya adalah mira lesmana, riri riza (?) dan dian sastrowardoyo.

Diakhir pertemuan dengan mahkamah konstitusi, mbak dian ini sangat bersemangat kali saat diwawancara oleh jurnalis terkait dengan usaha yang dilakukannya saat ini. Menurutnya sistem rating akan lebih mampu mengembangkan kreativitas para sineas muda saat ini. Selain itu, jika menggunakan sistem rating film, dia mengusulkan supaya pengawasan di bioskop lebih diperketat terutama bagi film-film untuk dewasa. Menurutnya pengawasan harus melibatkan semua pihak dari ortu, pegawai bioskop dan lain-lain.

Dari sisi penentang ada 3 sineas senior, anwar fuadi, taufik ismail dan ray sahetapi. Bang anwar ini sendiri tampaknya cukup gerah dengan kemauan beberapa sineas muda ini. dia memminjam istilah pak taufik ismail, dengan berujar” Apakah bangsa ini mau dijadikan bangsa syahawat merdeka ?”

Oke cukup…cukup… sekarang sesi opini pribadi. saya fokuskan ke komentar mbak dian sastrowardoyo yang sedang menuntut ilmu s2, seperti rekann2nya misal marissa, renata.

Pertama masalah rating atau sistem sensor. Jika peredaran film hanya berlangsung di bioskop dan pengawasan oleh pegawai bioskop benar-benar sesuai dengan usia konsumennya, secara teori bisa-bisa saja.

sayangnya ada 2 hal yang bisa meruntuhkan teori tersebut, setidaknya. Pertama, apakah orang-orang yang berkecimpung dalam peredaran film nsaional sudah memiliki disiplin yang sangat baik? Jika dibandingkan keinginan untuk mendapatkan untung, akan ditempatkan pada prioritas keberapakah motif kerja yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, misal pengawasan usia konsumen, pengkategorisasian film berdasarkan isinya serta peredaran film melalui media lain, misal cd, dvd , internet?

Kedua, masalah kretivitas sineas yang tidak ingin dibatasi pihak lain. Memang susah – susah gampang. Saya teringat dengan sepenggal khutbah Jumat pak Hermawan K Dipoyono di masjid Salman ITB. Beliau mengatakan bahwa salah satu variabel yang menentukan kualitas keimanan sorang muslim bisa jadi adalah tempat dia berada. Maksudnya, jika sorang muslim bisa menjalankan apa yang seharusnya di jalankan sebagai muslim dalam kehidupan sehari-hari saat di Mekkah atau Madinah, ya wajar saja. Karena situasinya yang mendukung. Akan tetapi jika seorang muslim mampu berlaku sebagai seorang muslim saat dia berada di kota-kota pusat kemaksiatan , katakanlah dia sedang tugas belajar disana, tentu saja salut dan ancungan jempol akan datang bertubi-tubi baginya, selain keberkahan dari Allah SWT jika muslim tersebut ikhlas.

Jika sineas muda tidak ada batasan sama sekali dari pihak lain baik pemerintah maupun konsumen, wajar saja jika dia mampu membuat suatu karya. Tetapi jika ada sedikit batasan dari pihak lain, dan dia mampu menghasilkan karya, bisa jadi karyanya memang berkualitas.

toh, berlian lebih berharga ketimbang batubara karena tempaan yang diterima arang  batubara lebih ringan ketimbang yang diterima arang berlian.

 
10 Comments

Posted by pada 26 Januari 2008 in bandung

 

Kaitkata: ,

Tumben mendung

tumben hari ini bandung agak mendung, dari  pagi euy… ( terutama daerah dago sekitarnya)

lumayan, tidak perlu mengerenyitkan kelopak mata…

 
2 Comments

Posted by pada 19 Januari 2008 in bandung, elektro

 

Phantom Loads atawa beban laten

Istilah phantom loads saya dapatkan pertama kali saat membaca majalah Home Power. Bisa diterjemahkan sebagai beban hantu atau beban laten dari peralatan listrik.. hal yang menarik dari artikel tersebut, seringkali kita menyangka saat peralatan listrik sudah kita matikan maka tidak ada aliran listrik yang mengalir .

Ternyata anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar… Menurut artikel di majalah tersebut, sebenarnya masih ada energi listrik yang mengalir ke perangkat listrik tersebut. Misalkan komputer, diperkirakan sekitar 1-2 watt daya yang dikonsumsi oleh komputer meskipun komputer/cpu sudah dipadamkan.

Hal ini pernah saya buktikan dengan komputer saya.  Kebetulan sistem pentanahan di kamar tidak terlalu bagus, jika saya menyentuh casing komputer tanpa mengenakan alas kaki yang berfungsi menghalangi tubuh dengan lantai / tembok, maka akan terasa ada aliran listrik yang mengalir di tubuh.

Memang 1-2 watt bukanlah suatu daya yang cukup besar untuk menjadi perhatian. tetapi 1-2 watt untuk berhari-hari, berbulan-bulan bahkan setahun.  bisa jadi suatu kuantitas yang membuat rekening listrik terasa berat.

jadi solusi singkat, setiap anda ingin meninggalkan perangkat listrik anda tersebut dalam waktu lumayan lama, mending cabut saja kabel listrik komputer  dari colokan / jaringan listrik anda.

 
Leave a comment

Posted by pada 19 Januari 2008 in elektro

 

aroma coffe ,factory outlet kopi@ banceuy,bandung

beberapa hari yang lalu,ada tayangan jalan-jalan yang dipandu teh riyani djangkaru tentang sebuah factory outlet khusus kopi , aroma coffe. tepatnya tanggal 18 desember 2007, saya ke sana menemani seorang shohibul al-bondowoso, untuk membeli bubuk kopi robusta dan arabika. saat itu, beliau membeli masing-masing setengah kilogram robusta dan arabika. dengan total 43ribu rupiah.

lokasinya sendiri berada dijalan banceuy yang terkenal dengan pusat jual-beli onderdil otomotif. aroma coffe sendiri terletak dikiri jalan tepat dipersimpangan jalan pecinan lama, didepannya terdapat toko harapan jaya.

di aroma coffe,  jika tidak dalam kondisi banyak konsumen, pengunjung dapat meminta supaya dipandu melihat-lihat bagian dalam pabrik aroma coffe tersebut. Kebetulan, tempo hari kami mendapatkan kesempatan tersebut. Ditawari langsung oleh pak widya pratama, aroma kopi langsung menyambut dengan kuatnya saat kami memasuki bagian dalam  pabrik. Didekat pintu masuk pabrik, terlihat ada beberapa jenis kopi yang terletak dibeberapa tampah yang berbeda. ada yang baru berusia 1, 3 dan 5 tahun. Semakin lama usianya, semakin gelap warna biji kopinya.

dijelaskan pula, bahwa semakin lama usia penyimpanan biji kopi, maka akan semakin berkurang pula kadar asam pada biji kopi tersebut. Kadar asam yang tinggi inilah yang menyebabkan seseorang merasakan kembung setelah mengkonsumsi kopi terutama kopi instan. Memang dengan berkurangnya kadar asam pada biji kopi akan menyebabkan berkurangnya berat biji kopi tersebut. Hal yang menarik lainnya adalah biji kopi yang akan diolah, dibakar terlebih dahulu dengan kayu pohon karet. sehingga akan menambah sensasi tersendiri.

Masuk ke dalam gudang penyimpanan, ada beberapa lokasi yang dibagi berdasarkan lama penyimpanan biji kopi tersebut. Jika anda  melayangkan kepalan tinju ke karung yang berisi biji kopi berusia 1 tahun, maka anda akan merasa meninju karung berisi beras. Sedangkan jika anda menghantam karung kopi berusia 5-8 tahun serasa menghantam tembok.

sedikit tips untuk penggemar kopi, jika anda penderita tekanan darah tinggi dan menyukai aroma kopi yang bersifat mild, disarankan untuk mengkonsumsi kopi jenis arabika. Sedangkan kopi robusta, yang berasal dari kata robust atau kokoh, tidak cocok dikonsumsi oleh penderita darah tinggi. karena robusta memiliki efek mempercepat aliran darah. Selain itu, robusta memiliki efek seperti doping yang akan memberikan energi tambahan bagi yang mengkonsumsinya.Bisa jadi semalaman anda tidak bisa memejamkan mata. Tidak disarankan bagi kawula muda yang berusia dibawah 30tahun,percaya saja pada kemampuan anda sendiri.

 
6 Comments

Posted by pada 19 Januari 2008 in bandung

 

Kaitkata: ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.104 pengikut lainnya.