RSS

Arsip Bulanan: Maret 2007

Sabar ( khutbah by Ustadz Iman Abdullah, S.Si)

Masih di salman. Jumat, 16 Maret yang lalu, khutbah di salman dibawakan oleh Ustadz Iman Abdullah. dengan judul Sabar. Jujur aja, saya fikir beliau memang pantas membawakan tema tersebut, karena kapasitas beliau yang pernah mendapat ujian sangat berat dalam ukuran seorang manusia muslim. ( You know lah maksud ai …, ketularan tenaga kerja intelektual Indonesia yang di malaysia ). Secara umum , materinya tidak berbeda jauh dengan materi – materi tentang sabar yang pernah saya dapatkan.

Tetapi , ada yang menarik disini. Khutbahnya sendiri berlangsung cukup lama untuk ukuran di Salman. Karena yang sering di salman, khutbah singkat tetapi shalat Jumatnya panjang. Nah kemarin itu, berbeda. Sebagai gambaran, khutbah dimulai jam 12 dan shalat berakhir 12.4x WIB . Jadi terbayang sendiri sepanjang apa khutbah beliau. dan kalau sudah ada seorang khotib yang cukup lama berdiri di mimbar, ada beberapa ‘sukarelawan” yang memberi kode. Seperti batuk-batuk dan semcamnya, dan hal tersebut tidak dilakukan oleh satu orang tetapi lebih.

Dan kemarin jumat, walaupun khutbahnya panjang, tetapi hanya ada satu orang yang batuk-batuk. entah sengaja atau tidak, sepertinya sih tidak. karena saat shalat jumat, jamaah tersebut juga msaih batuk-batuk, sepertinya. Analisa saya sih , karena materi khutbah tentang kesabaran. Nah , jika ada jamaah yang memberi kode karena tidak sabar, berarti jamaah tersebut akan malu sendiri, karena tidak memperhatikan isi khutbah tersebut.

Atau kondisinya lain. Bisa jadi jamaah salman saat ini sudah berbeda, karena selalu memperhatikan isi khutbah yang diberikan. Sehingga tidak ada jamaah yang “protes”.

Semoga saja, analisa pertama yang salah dan analisa kedua yang sesuai. Amin.

 
Leave a comment

Posted by pada 19 Maret 2007 in curhat

 

Bahaya Pulsa Murah

Pengen kasih komentar tentang perang tarif antar operator selular, baik cdma maupun gsm.

Akhir-akhir ini, sering sekali seliweran iklan-iklan promo tarif telepon murah via selular. Sebenarnya, program penurunan tarif semacam ini bagus sekali, karena memicu pertumbuhan pengguna ponsel dan layanan selular lainnya. Belum lagi ada promo-promo unik semacam paket sms/ bicara dari XL ( yang sekarang sudah ga ada lagi ), yang intinya mah penurunan tarif yang menguntungkan konsumen.

Sebagai contoh, operator yang sangat gila-gilaan dalam tarif panggilan, untuk cdma ( sesama operator ): fren 600rupiah untuk menit pertama dan 10(atau 25?) untuk menit berikutnya. Esia yang pasang bandrol 1000 perjam bahkan ada promo gratis telepon selama 3 bulan…. ( geleng-geleng kepala )

dan yang lebih heboh, akhir tahun 2006 yang lalu, operator StarOne meluncurkan program “Kulonuwun Jogja” yang pasang tarif 99 rupiah perjam dan 200 rupiah per MB untuk akses internet. Seperti pulsa sudah tidak berharga saja…

Nah, dari pengamatan fenomena perang tarif diatas dan pengalaman terjebak dalam perang tersebut, ada beberapa hal yang saya rasakan , cenderung berbahaya.

1. Perlu diingat, tarif-tarif tersebut, sampai saat ini hanyalah tarif promo, untuk menambah konsumen layanannya. Belum menjadi tarif dasar yang disepakati oleh seluruh operator dengan BRTI ( badan regulasi telekomunikasi Indonesia ). Jadi , ada kemungkinan tarif tersebut tidak berlaku lagi untuk periode mendatang.

2. Masalah klasik sebenarnya, tentang radiasi elektromagnetik ponsel. Meskipun sebagian besar penelitian menyatakan bahwa teknologi ponsel saat ini sudah memenuhi standar kesehatan, saya tetap yakin kalau ponsel itu tetap memiliki dampak bagi kesehatan kita, terutama bagian kepala. Terlebih lagi jika periode pemakaiannya cukup lama.

3. Oke, saya pakai alat bantu. misalkan headset/eraphone. Yah, cukup membantu sebenarnya. tetapi, saya pernah membaca penelitian ( semoga valid ), kalau penggunaan eraphone bisa mengganggu pendengaran anda dalam jangka panjang. tetapi, bisa menjadi solusi terhadap kasus nomor 2 diatas.

3. Penurunan produktivitas.
Kalau anda pernah atau sedang menggunakan promo tarif murah diatas, mungkin anda merasakan penurunan produktivitas harian. Bisa jadi, anda jadi terpaku untuk terus memanfaatkan layanan tersebut, bahkan tidak akan berhenti sebelum mencapai periode 1 jam penggunaan, misalnya.

4. Pemborosan energi listrik.
Nah, untuk yang satu ini, saya sangat perhatian. karena kk ) kelompok keahlian energi, tempat saya bernaung akan cukup pontang-panting dalam membantu PLN memenuhi permintaan listrik masyarakat. Bayangkan kasus seperti ini : anda menggunakan layanan tarif murah sesama operator, kemudian anda menelpon keluarga dipelosok kampung nun jauh di mata. Baru 20 menit berjalan, seluruh anggota keluarga yang ada dirumah sudah anda ajak bicara, bahkan anda dan keluarga sudah kehabisan bahan pembicaraan. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan telpon murah ( aji mumpung niii…), anda mengatakan ke salah seorang anggota keluarga, rehat dulu tetapi jangan ditutup. Mungkin anda membuat minuman atau bersantai-santai dulu, atau aktivitas lainnya. Baru anda lanjutkan lagi.

Tahukah anda, hal tersebut menyebabkan anda sering mengisi ulang baterai ponsel anda. memang kecil konsumsi listriknya (2-20 W) . tetapi, jumlah tersebut akan menjadi besar jika anda berulang kali mengisinya dalam sehari dan hal yang sama dilakukan oleh ribuan orang …

Dan permasalahan diatas akan menjadi semakin kompleks jika sebagian besar aktivitas tersebut tidak dilakukan dalam kerangka kegiatan produktif.

 
8 Comments

Posted by pada 19 Maret 2007 in elektro

 

Perang Arab – Israel

Pernah mendengar tentang sejarah perang ini. Perang antara negara-negara Arab dengan Israel ini terjadi pada tahun 1967 dan berlangsung selama 5 hari. Ada 2 cerita yang saya dapatkan dari perang ini.

cerita pertama, ada dialog antara seorang ulama dengan temannya. Teman ulama ini bertanya, ” Kenapa negara-negara Arab bisa kalah dalam perang tersebut ? ” Dengan singkat, ulama tersebut mengatakan bahwa, ” Kalau Israel bersatu dalam perang tersebut, sedangkan negara Arab bertujuh dalam menghadapi Israel.”

Intinya mah, ukhuwah yang selalu didengung-dengungkan baru sebatas pemanis di bibir saja.

Cerita kedua ini saya dapat dari seorang dosen.
Pada saat perang sedang berlangsung, dosen saya ini sedang mengambil pendidikan pasca sarjana di Amerika. Tepatnya di Stanford University. Didalam kelompok penelitiannya, ada seorang mahasiswa yahudi yang juga sedang mengambil studi di graduate schoolnya. Nah, pada saat perang tersebut, mahasiswa itu menghilang begitu saja tanpa memberi kabar kepada teman-temannya. Ada selentingan bahwadia ikut dalam perang tersebut.

Selang 10 hari kemudian, setelah perang berakhir, mahasiswa tersebut kembali ke kampus Stanford dengan penampilan seolah tidak terjadi apapun. ” Kemana saja kamu selama 10 hari ini ?”, tanya dosen saya saat bertemu dengan mahasiswa tersebut. ” saya ikut perang itu”, jawabnya singkat. Kemudian menceritakan kronologis menghilangnya dia secara runtut.

Pada saat perang dimulai, dia mendapat panggilan untuk menuju Montreal, Kanada. Disana, sudah ada pesawat yang menunggu dan akan membawanya bersama beberapa orang yahudi yang lain , menuju Israel. Didalam pesawat, dia mendapatkan set seragam tempur beserta SOP yang berisi instruksi-instruksi yang harus dia laksanakan di emdan perang. Oya, mahasiswa itu sendiri berusia sekitar 24 tahun dan berpangkat letnan. Dimedan perang tersebut, dia membawahi 1 kompi pasukan. dan, pada akhir perang tersebut, Tidak ada satupun anak buahnya yang tewas.

Diakhir cerita diruang kuliah, dosen saya menyatakan kekagumannya terhadap kerapian sistem yang dibangun oleh israel dan disiplin orang-orang yang menjalankannya.

Bangsa ini harus banyak belajar lebih keras dan cerdas lagi.

 
32 Comments

Posted by pada 17 Maret 2007 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.104 pengikut lainnya.