RSS

Arsip Bulanan: November 2006

guyonan

Ini ada sedikit joke dari IEEE Newsletter Region 10 edisi  November 2006.

Versi bahasa inggrisnya ada dibagian bawah.. ( ketawa pada detik kedua )

Sekilas Humor – Ketua Departemen Mengalahkan mahasiswanya – lagi ?
Suatu malam 4 mahasiswa MBA bergosip sampai larut malam dan saking serunya sampai lupa belajar untuk menghadapi ujian pada esok harinya.
Pagi harinya, mereka memikirkan suatu rencana. Mereka membuat dirinya sekotor dan sekusut mungkin. Kemudian mereka menemui sang ketua departemen / dekan dan mengatakan bahwa mereka baru saja kembali dari acara pernikahan tadi malam dan pada saat kembali mereka mendapati bahwa ban mobil yang mereka tumpangi bocor sehingga mereka harus mendorong mobil sepanjang jalan. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak dalam kondisi yang tepat untuk ujian.
Kadept tersebut adalah orang yang adil sehingga ia mengatakan bahwa anda semua akan mendapat ujian susulan setelah 3 hari. Mahasiswa tersebut mengatakan bahwa mereka akan siap pada saat itu. Pada hari ketiga, mereka menemui kadept. Beliau mengatakan ini adalah ujian khusus.
Mereka berempat ditempatkan pada ruang yang berbeda untu ujian tersebut.
Mereka semua setuju karena telah mempersiapkan dengan baik selama 3 hari ini.
Soal ujian terdiri dari 2 pertanyaan dengan total nilai 100.
 1. Tuliskan nama anda ( nilai 2 )
 2. Ban mana yang bocor ( nilai 98 )

Humour Newsflash  Department Dean outsmarts his students  Again?

One night 4 MBA students were gossiping till late night and got so carried away they forgot to study for an important exam the next day.
In the morning they thought of a plan. They made themselves look as dirty and weird as they could with grease and dirt. They then approached the dean and said that they had gone out to a wedding the night before and on their return the car tyre burst and they had to push the car all the way back. They proposed that they were in no condition to suit for the test.
The dean was a fair person so he said that you all can have the retest after 3 days.
They said that they will be ready by that time. On the third day they appeared before the dean.
The dean said that this was a special condition test.
All four were required to sit in separate classrooms for the test.
They all agreed as they had prepared well in the last three days
The test consisted of 2 questions with total of 100 marks!!
Q.1. WRITE DOWN YOUR NAME (2 MARKS)
Q.2. WHICH TYRE BURST (98 MARKS)

 
Leave a comment

Posted by pada 28 November 2006 in Uncategorized

 

Perginya Sang Mahaputera dan Mahaguru Berkemeja Putih.

Rabu 15 November 2006, sms dari Irman Idris mengabarkan wafatnya Prof.
Samaun Samadikun. Saya tidak bisa berbohong. Dalam hati kecil ada rasa
terimakasih, beliau sudah bisa beristirahat di pelukan Sang Pencipta.
Kesakitan dan penderitaan fisiknya akibat berbagai pengobatan sudah
berakhir.

Kami berangkat sore itu menuju rumah duka di Kebayoran Baru. Saya memacu
kendaraan merah saya, mencoba meninggalkan mobil biru. Tapi Kastam
Astami di mobil biru tidak bergeming, terus mengekori mobil merah. Mobil
lain yang dikendarai Adi Indrayanto dan Trio Adiono segera tertinggal
jauh, entah belok ke mana dulu mereka itu… Kastam sebenarnya tidak
pernah suka berkendaraan keluar kota, apalagi ke Jakarta. Tapi hari ini
kita akan melihat beliau untuk terakhir kali. Mervin Hutabarat
berkomentar, berapa banyak yang akan berusaha melawat kita seperti ini
nanti ya… OK, belum waktunya bersedih. Kami perlu tertawa sekarang. We
need these laughters for the things to come…

Semua orang tersenyum saat melawat di rumah duka. Jangankan yang
melawat. Yang dilawatpun tersenyum. Semua tenang, seperti sedang
menyiapkan diri . Semua sedang mengumpulkan tenaga untuk menghadapi
hari-hari esok. Hari-hari saat kesadaran penuh menerjang. Saat
kehilangan beliau betul-betul merasuk….

Semua bercengkerama santai. Irman Idris tersenyum bangga karena ia
sempat memandikan beliau. Ah seperti yang tidak tahu saja, semua iri
dengan Irman, anak kesayangan beliau. Bagaimana tidak, pak Samaun licik
nih, menghabiskan waktu terbanyak dengan Irman. Mata Irman merah. Ah
rasakan, ini belum apa-apa, golden boy, tunggu minggu depan setelah
semua tenang.

Malam itu, saya, Mervin Hutabarat, dan Rio Seto berhenti di warung
Cipularang. Kami pesan kopi, karena hari sudah terlalu larut. Dengan
sigap anak muda pelayan warung mengaduk kopi kami. Ah, tahukah engkau
bahwa hari ini seorang mahaputera telah pergi? Tujuhpuluh lima tahun ia
berjuang supaya anak mu menjadi orang pintar dan merdeka. Dan tidak lagi
harus berjualan kopi tengah malam di tengah jalan tol begini.

Mana bisa menulis tentang orang besar ini? Kata-kata yang dipilih tidak
akan cukup dan tidak akan adil. Toh anak-anak didiknya harus memulai.
Budi Rahardjo mencoba mengirim email pagi itu. Ah, blogger nomer wahid
di tanah air tidak mampu melawan kepedihannya. Kata-katanya terhenti.
Onno Purbo banting setir dan menulis wikipedia. Excellent idea, Onno.
Diapun tidak sanggup meneruskannya. Siapa memangnya yang sanggup? Tidak
heran, banyak memilih diam…

Arak-arakan kuda perang bergemuruh. Menaiki gunung dan menuruni lembah.
Sang panglima dengan gagah berani menerjang di ujung terdepan. Ia
menyatakan perang pada keterbelakangan. Ia memusuhi ketertinggalan.
Silicon Valley harus berdiri di Bandung. Mikroelektronika harus
mensejahterakan rakyat. Rakyat harus mendapat lapangan kerja dari
teknologi ini.

Ah, deru perang membahana. Apa kita bisa? tanya bala tentaranya. Ini
teknologi tinggi. Panglima ini Doktor dari Stanford, berguru langsung
pada penemu transistor. Ia penerima royalti dari panten nya di Amerika.
Ia penulis di jurnal Nature. Jadi kalau dia bilang bisa, ya bisa… Sang
panglima hanya tersenyum, mengangkat senjatanya, dan memacu kuda nya.
Ikut aku, bila ada yang harus berkorban, akulah yang pertama…

September 2006. Perang sedang bergemuruh, dan langit memerah. Hawa
Bandung panas. Bala tentara tertegun menegok ke belakang. Mengapa kuda
perang sang panglima menyimpang dan menaiki bukit? Dari kejauhan ia
melambai. Ia memerintahkan pasukan untuk meneruskan peperangan, tapi
semua diam dan menatap nanar. Sang panglima sedang menapaki gunung
keagungan. Gunung Sang Pencipta, Gunung Sang Panglima Yang Maha Tinggi.
Tidak ada kata yang terucap. Semua mengerti, tidak lama lagi ia akan
tiba di pucak. Tugas nya sudah akan berakhir. Markas Besar sudah mulai
memanggilnya pulang….

November 2006. Satu per satu jubah kebesarannya tertanggalkan. Di rumah
sakit MMC, kondisi fisik beliau menurun. Saya tahu dari pak Suhartono
bahwa Eniman Yunus dan prof Adang Suwandi membawa rombongan STEI
menjenguk beliau. Saya harus ikut! Kebetulan Budi Rahardjo dan Pak
Merati bisa mengantarkan kami ke sana sekaligus menjenguk. Wah prof
Samaun, insinyur sejati. Dalam kesakitannya, masih juga ia minta Prof.
Soegijardjo untuk mendesain alat untuk tempat tidurnya. Memang ada pak
Sukrisno dan Pak Sarwoko di situ yang bisa mewujudkannya. Tapi yah, kami
semua tidak mau banyak bicara, panglima harus istirahat. “Take good care
of your health”, katanya sambil menyalami saya. Dua kali dia berpesan
seperti itu, so I better listen. “I will be watching you form above..”
katanya tersenyum. Budi tidak terima, dan dengan cepat menukas, “tidak
pak, kami tunggu makan tiap selasa siang di PAU..!” Rupanya itu
percakapan terakhir…

Di puncak itu ada salju putih. Jubah kebesaran di puncak adalah jubah
putih. Jubah kesederhanaan. Ah, ia sudah menggunakan jubah kesahajaan
ini sejak muda. Ia tahu semua pasukan balatentara memimpikan emas
permata. Ia tersenyum. Ya tentu, tidak ada yang lebih membahgiakannya
daripada melihat semua orang sejahtera. That is the whole idea of this war.

Hmm, is it? Mengapa bapak suka dengan kemeja putih? Gunung-gunung sudah
bapak lewati. Banyak gunung penuh intan permata. Direktur Sarana
Akademis. Dirjen di Departemen Tambang dan Energi. Ketua LIPI. Direktur
PAU-ME.. ok yang ini saya tahu salah-salah bapak bisa tekor, tapi yang
lain itu bukan saja basah… tsunami, pak… Bukan saja kecipratan,
bapak menghindarpun akan basah kuyup.

Tapi kita tahu apa? Soal kaya raya, pak Samaun yang paling tahu. Ketika
beliau lulus di Stanford, Silicon Valley baru mulai. Kalau ia mau, kaya
rayalah beliau di Silicon Valley. Tapi ia memutuskan untuk pulang dan
membangun ITB. Buat beliau, memperkaya bangsa itu jauh lebih penting
daripada memperkaya diri sendiri. Oh boy, how he has lived through this
credo…

Coba saja datang ke rumah Pak Samaun. Lihat sendiri kebersahajaan
beliau. Lihat sendiri dindingnya. Lihat sendiri kursi tamu nya. Lihat
sendiri rak buku nya. Lihat sendiri lah… If you ever need to preach
about living full of integrity, just visit his house for five minutes folks

Tahu tidak, pak Samaun itu selalu mempersilahkan orang lain duluan naik
lift? Bila berpapasan di lorong, ia menepi duluan. (Saya juga begitu
pak, tapi lebih karena takut kecopetan.) Betapa santun nya pak Samaun
ini. Orang kecil pun ia hormati. Di istana atau di kantin mahasiswa, pak
Samaun memperlakukan orang sama. Sepanjang hidup saya, tidak pernah
sekalipun saya mendengar ia menjelekkan orang lain. Either you believe
me or not, I don’t really care.. pokoknya tidak pernah.

Bahkan kami dimarahi habis waktu menggosipi dosen yang sibuk cari uang
dengan mengajar sana-sini. Pertama: pendidik itu tidak boleh diketawai.
Bisa saja dia mengajar karena mencintai murid-muridnya. Kedua: boleh
dong tidak seragam di ITB ini. Apa hak kita untuk membuat orang lain
sama dengan kita? We felt so stupid.

Apa beda guru dengan mahaguru? Guru adalah tempat kita belajar semasa
hidupnya. Mahaguru masih terus mengajari kita bahkan setelah ia wafat.
Ia mengajari akan kekayaan hidup. Ia mengajari tentang memajukan orang lain.

Ini rahasia ya, punten, ketika Prof Samaun harus dibedah di Perth,
beliau butuh USD 25,000. Saya tahu persis pihak keluarga bingung karena
tidak ada dana. Prof. Adang dan Prof Ilse membuka rekening dana
kesehatan untuk beliau pada suatu siang. Wah, belum sempat sore, dalam
hitungan jam, rekening itu sudah berisi lebih dari Rp 250 juta! Pada
saat mereka meminta untuk menghentikan pengiriman dana, dana sudah
mencapai Rp. 400 juta lebih. Pelajaran berharga tentang makna kekayaan!

Ketika ada staf kami kehabisan beasiswa, beliau meminta kita menggunakan
sisa dana kesehatan ini. Wah, no way pak, ini persembahan orang untuk
kesehatan bapak. He was not very happy, but nothing he could do, karena
dulu dia sendiri yang memaksa agar rekening itu tetap dipegang PAU.

Betapa kaya nya Prof Samaun. Semua membantu beliau dengan diam-diam.
Biaya obat dan masuk rumah sakit konon tahu beres. Sya tidak pernah
tahu. Semua mencintai beliau. Semua meninggalkan rumah untuk melawat
rumah duka. Semua sembunyi-sembunyi meneteskan air mata. Semua bertekad
meneruskan cita-cita beliau. Ia menginginkan intan permata buat semua.
Tapi, ia memberi contoh kekayaan yang sebenarnya. Ah, sang mahaguru,
dari liang lahat sekalipun masih juga kami diajari….

Kabar gembira. Pemakaman dipindah ke Taman Makan Pahlawan Kalibata! Ah,
betapa senangnya hati ini. Akhirnya ada juga kebaikan bangsa ini kepada
seorang mahaputera. Seperti biasa, saya tidak pernah tahu apa yang
terjadi. Mesti ada yang menyayangi beliau dan diam-diam mengurusinya.
Terimakasih. .. Terimakasih. …

Di ufuk barat awan kembali memerah… Dari kejauhan ia melambaikan
tangannya. Balatentara melambaikan penghormatan pada panglima besar.
Perang melawan kemiskinan belum selesai, tapi tugas panglima sudah
selesai. Sang panglima sudah kembali menghadap Yang Maha Tinggi, tegap
melaporkan pelaksanaan tugas-tugasnya di medan perang. Ah, Ia sudah
menapaki puncak bersalju itu. Puncak kebesaran dalam kesahajaan. Ia
sudah tiba di sana… panglima kita sudah tiba di sana…

Siapa bilang Tuhan tidak mengasihi bangsa kita. Tuhan maha baik, telah
mengirimkan pada kita seorang mahaguru. Tuhan sungguh baik. Selama 75
tahun Ia memberikan pada bangsa ini seorang mahaputera yang mencintai
bangsa ini sampai ke tulang sumsumnya.

Oktober 2004, prof Samaun tergesa-gesa mendatangi saya. Kamu punya
eulogy untuk Prof. Kudrat bagus sekali. Aduh, dari matanya ia seperti
bertanya: what are you going to write about me? Shut, I am trapped, nih.
Betul kan, seminggu setelah beliau wafat, tidak ada yang bisa ditulis.
Mau tulis apa? Wong konsentrasi kerja saja susah payah begini. Setiap
kata pertama ditulis, pandangan jadi kabur karena airmata tidak mau
kompromi.

Baiklah, saya kira yang bisa saya tulis untuk bapak adalah doa syukur,
terimakasih Tuhan, karena kami sudah diberi Prof Samaun Samadikun.
Terimakasih Tuhan, terimakasih. ..

Bandung, 20 November 2006.
AZRL

 
Leave a comment

Posted by pada 28 November 2006 in elektro

 

Selamat untuk Pak Pekik

Selamat untuk Pak DR. Pekik Argo Dahono yang berhasil meraih Juara III “PII Engineering Award 2006″ dalam kategori ADHICIPTA REKAYASA. Berikut adalah kutipan dari email beliau tentang penghargaan serta sebagian penelitiannya.

OK, kalau temen pada penasaran, saya mau sedikit cerita.
> >
> > Sebenarnya, IAE mengusulkan saya untuk mendapatkan Adidarma profesi,
> > bukan
> > adicipta rekayasa.
> > Adidarma profesi adalah pengabdian pada profesi yang berguna untuk
> > masyarakat. Adicipta rekayasa adalah penghargaan untuk suatu ciptaan
> > tertentu yang menonjol.
> >
> > Waktu itu ada beberapa karya yang disampaikan:
> >
> > 1) Minimisator arus netral.
> > Alat untuk meminimumkan arus netral yang berlebih pada jaringan
> > listrik.
> > Semakin banyaknya penggunaan peralatan elektronika (komputer, TV, dsb)
> > menyebabkan arus listrik bentuknya tidak lagi sinusoidal (mengandung
> > harmonisa). Salah satu akibat buruk dari harmonisa adalah arus netral
> > yang
> > membesar (bisa lebih besar dari arus fasa). Ini membahayakan karena
> > arus
> > netral tidak pernah diukur dan tidak diberi pengaman. Alat ini sudah
> > terpasang dengan baik di PT. CSM, PLN, RCTI, dsb.
> >
> > 2) Minimisasi riak sisi output dan input inverter PWM.
> > Inverter adalah alat untuk merubah daya dc menjadi ac. Karena
> > konversi
> > dilakukan melalui proses switching, inverter akan menghasilkan
riak di
> > sisi
> > output maupun input. Untuk itu perlu dipasang filter. Untuk bisa
> > merancang
> > filter dengan baik, kita harus bisa secara akurat menentukan riaknya.
> > Pada
> > penelitian ini, saya mengembangkan metoda analisis riak sisi
output dan
> > input inverter. Berdasarkan rumus yang saya kembangkan, dikembangkan
> > teknik
> > modulasi (PWM) yang bisa menghasilkan riak minimum (sebelum difilter).
> > Metoda analisis dan teknik PWM ini banyak dirujuk oleh peneliti luar
> > negeri
> > dan dipakai dalam perancangan inverter oleh perusahaan2 besar.
> >
> > 3) Teknik kendali berbasis konsep Virtual Resistor, Inductor, dan
> > Capacitor.
> > Teknik kendali banyak mengalamai kemajuan yang pesat. Sayangnya
> > banyak
> > orang yang pusing dengan teori kendali karena matematikanya cukup
> > complicated. Oleh sebab itu saya mengembangkan konsep resistor,
> > induktor,
> > dan kapasitor virtual karena hampir semua orang elektro biasanya lebih
> > memahami konsep ini. Secara sederhana, resistor virtual adalah suatu
> > algoritma kendali yang merubah kinerja rangkaian listrik sehingga
> > seolah-olah ada resistor yang terhubung ke rangkaian tersebut.
Resistor
> > virtual ini bisa terhubung seri maupun paralel. Karena bersifat
> > virtual,
> > kita tidak menghadapi kendala space, efisiensi, dan harga. Selain itu
> > karena
> > virtual, resistor bisa dibuat nonlinier, selective, atau bahkan dibuat
> > negatif. Demikian pula dengan konsep virtual inductor dan capacitor.
> > Dengan
> > konsep ini, orang bisa dengan mudah memahami konsep state-feedback,
> > pole
> > assignment, observer, dll. Banyak peneliti luar negeri bilang bahwa
> > konsep
> > yang saya usulkan sangat sederhana tetapi very useful. Teknik kendali
> > yang
> > saya kembangkan banyak dipakai untuk mengendalikan inverter yang
> > dipakai
> > sebagai interface antara jaringan listrik PLN dengan pembangkit kecil
> > berbasis solar-cell, fuel-cell, dan pembangkit tenaga angin. Metoda
> > yang
> > saya kembangkan sangat populer di Eropa.
> >
> > 4) Metoda analisis riak konverter dc-dc multiphase
> > Semakin rendahnya tegangan kerja microprocessor menyebabkan
> > kebutuhan
> > akan regulator tegangan dc untuk arus besar semakin diperlukan. Untuk
> > tujuan
> > ini dikembangkan konverter dc-dc multiphase. Penelitian ini
> > mengembangkan
> > metoda perancangan konverter dc-dc jenis ini. Metoda analisis yang
> > dipakai
> > digunakan sebagai standard design konverter oleh Texas Instruments.
> >
> > 5) Inverter Multiphase
> > Pada pesawat terbang dan kapal laut, keandalan yang tinggi sangat
> > diperlukan. Untuk itu dikembangkan sistem penggerak berbasis inverter
> > dan
> > motor multiphase (jumlah fasa lebih dari 3). Penelitian ini
> > mengembangkan
> > metoda analisis dan pengendalian inverter multifasa. Walaupun baru 1
> > tahun
> > melakukan penelitian ini, saya langsung diangkat menjadi komisi ahli
> > teknik
> > multiphase di IEEE.
> >
> > Sebenarnya masih ada karya-karya lain di bidang transmisi dan
> > distribusi
> > listrik. Juga di bidang power quality.
> > Data agak lengkap bisa dilihat di Google Scholar, di IEEE Explore,
atau
> > di
> > IEE-Japan.
> >
> > Nampaknya yuri menganggap karya kurang berguna buat orang Indonesia.
> > Yang
> > pakai orang dan perusahaan luar semua (kecuali minimisator arus
> > netral).
> > Orang Indonesia tidak memerlukan temuan saya.
> > Saya sebenarnya punya juga pekerjaan2 yang low-tech (saya pernah
> > memasang
> > lebih dari 10 mikrohidro di Jawa Barat, 2 pembangkit angin di NTT).
> > Tetapi
> > sebagai peneliti, saya malu mengaku itu semua sebagai karya, karena
> > nggak
> > pakai mikir ngerjainnya.
> > Memang inilah problem orang-orang yang melakukan penelitian yang
> > penerapannya tidak langsung bisa dilihat oleh orang awam. Tidak
seperti
> > bidang sipil yang hasilnya langsung terlihat.
> >
> > Anyway, thanks atas perhatian teman2 semua.
> >
> >
> > Pekik

 
6 Comments

Posted by pada 21 November 2006 in elektro

 

Yah, terjadi lagi deh ( CDMA 2000-1x dan n 2280 )

anda pemakai layanan ponsel cdma ? kalau iya, pernahkah anda mengalami kejadian ini ?  tiba-tiba saja ponsel cdma anda berubah status menjadi roaming dan tidak dapat digunakan secara normal.

saya pernah jeee…

kejadian pertama saat dikampus…
berhubung saat itu, pulsa gsm saya habis, maka ponsel cdma saya( punya adik sih ), dengan kombinasi n2280 plus fren ( mobile 8 ) dibawa di kampus. Awalnya baik-baik saja keadaannya. sampai saat saya ingin mengirim sandek ( pesan pendek, sms ) ke salah seorang kawan.
Kaget betul saat terlihat ada tulisan roaming ? kok bisa ya ? padahal ini cdma dan di kampus masih ada sinyal fren kok. memang lebih lemah dibandingkan di kamar kos.
Awalnya fenomena itu tidak saya perhatikan. tetapi saat sandek yang sudah ditulis tidak dapat terkirim, wah , perasaan jadi was-was begini. kacau di ponsel atau di kartu ya… Saya coba untuk melakukan panggilan ke nomer lain ( baik fren maupun non fren ) tetap saja tidak bisa… Ada peringatan kalo jaringan lagi sibuk, coba lagi… halah…halah.. kacau. lagi butuh, malah ngambek seperti ini…

terus saya coba untuk mematikan sementara dan menghidupkan kembali. tetapi hasilnya sama saja..
Ya udah deh… sekarang mikir gimana caranya supaya bisa normal lagi.
Besoknya saya ke customer service mobile 8 di bec . nah disana diterima sama mbak-mbak yang baik betul.. pertama diutak atik setting ponsel saya, tapi belum ada hasil. kemudian mbak tersebut mengetik beberapa kombinasi nomor dan jreeng… ponsel saya kembali normal… tulisan roaming telah lenyap tak berbekas dan bisa digunakan secara normal kembali.

kemudian saya tanya ke mbak itu tentang penyebab mogoknya ponsel saya tersebut. Menurut penuturan yang meluncur dari si mbak itu, ada setting ponsel yang saya utak atik.. terus kombinasi nomer yang dicoba itu digunakan untuk mengetahui setting internal dari fren yang saya pakai ( padahal kombinasi itu hanya untuk fren injek saja , yang saya pakai tu ruim ). Dan setelah kombinasi angka itu dipakai, terlihat ada karakter aneh di setting internal. dan si mbak itu langsung menghapusnya. saya pribadi lupa kombinasi yang dipakai dan sepertinya kurang yakin dengan penejalsan itu. karena terakhir kali utak-atik setting  kira2 beberapa hari sebelum kejadian itu. tetapi sudahlah, yang terpenting ponsel itu sudah bisa digunakan lagi. setelah mengucapkan banyak terima kasih ke mbak itu, buru-buru saya keluar dari bec.

kejadian kedua, hari ahad sore 19 nov 2006
tepatnya setelah kembali dari warnet. sesampainya di kamar, saya mengeluarkan barang-barang dari tas, termasuk ponsel. Betapa kagetnya saat ada tulisan roaming lagi seperti kejadian tempo hari. kemudian saya coba menghubungi nomer lain dan hasilnya sama saja. Jaringan sibuk coba lagi beberapa saat. Terus saya coba panggil nomer *999, biasanya akan tampil tulisan total pulsa yang ada dan batas masa aktif nomer tersebut. tetapi hasilnya diluar dugaan saya…
keluar suara operator yang berbunyi : selamat datang di layanan ESIA , …
wah…. lieur euy… masak besok harus silaturahmi lagi sama mbak-mbak di mobile 8 bec lagi.

malamnya, sebelum tidur, saya iseng-iseng utak atik setting ponsel cdma tersebut. pertama setting  profile, ternyata tidak berpengaruh. Kemudian setting jaringan. Disana ada 2 pilihan , yaitu home only dan automatic ( otomatis ). status quonya adalah automatic. saya coba pilih yang home only. kemudian kembali ke menu utama dan… jreng..jreng…
ponsel kembali normal lagi euy… tulisan roaming hilang..
terus, saya coba kembalikan ke setting jaringan otomatis. dan hasilnya tetap normal tuhhh…

Setelah itu, saya coba analisa. Karena setting jaringan otomatis yang saya gunakan, maka kemungkinan besar, saat saya di warnet, sedang ada blank spot di warnet dan ponsel secara otomatis mencari operator jaringan terdekat , dan yang ada di bandung hanya esia. makanya ada tulisan roaming…

betull ga ?

 
Leave a comment

Posted by pada 21 November 2006 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.104 pengikut lainnya.